web stats

Sunday, April 13, 2014

Tugas Akhir PJJ

TUGAS AKHIR
PENDIDIKAN JARAK JAUH
PENGAJAR DALAM SISTEM PEMBELAJARAN JARAK  JAUH

Disusun Oleh:

Miftahul Huda
Saeroni
Darno
Erni


Dosen:
Timbul Pardede



D3 AKADEMI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMUNIKASI
TEKNIK KOMPUTER JARINGAN

2014

BAB I
PENDAHULUAN
1.    Latar Belakang
            Pendidikan merupakan suatu proses akademik yang tujuannya untuk meningkatkan nilai sosial, budaya, moral, dan agama, serta mempersiapkan pembelajar menghadapi tantangan dan pengalaman dalam kehidupan nyata.
Pendidikan berperan sangat besar dalam pengembangan individu dan masyarakat dalam penciptaan kehidupan yang harmonis. Perkembangan ilmu pendidikan yang sangat cepat menuntut proses belajar sepanjang hayat. Untuk itu penciptaan sistem pendidikan dan lingkungan belajar yang fleksibel sangat dibutuhkan. Namun, pada saat ini banyak permasalahan mengenai sistem pembelajaran yang kurang merata di berbagai tempat. Dapat dilihat secara kasat mata, pendidikan dipulau jawa jauh lebih maju dibandingkan di pulau Irian Jaya, mengapa bisa demikian? Di pulau jawa, dekat dengan pemerintahan ibu kota, selain itu pendistribusian media pembelajaran seperti buku dapat dilakukan dengan cepat. Namun di Irian Jaya, membutuhkan waktu yang lama untuk pendistribusian materi. Untuk itu, sistem pembelajaran jarak jauh sangat efektif digunakan.
Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) merupakan Suatu metode pembelajaran yang menggunakan korespondensi sebagai alat komunikasi antar tenaga dosen dengan siswa, ditambah dengan adanya interaksi antar siswa dalam proses pembelajaran.
Sistem PJJ telah menjadi sebuah inovasi yang berarti dalam dunia pendidikan saat ini. Sistem PJJ telah menunjukkan kemampuannya untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan belajar dan berbagai macam tipe siswa di banyak negara.
2.    Batasan Masalah
1.      Apa peran pengajar dalam sistem PJJ ?
2.      Apa perbedaan pengajar sistem tatap muka dengan sistem PJJ ?
3.      Metode apa yang efektif digunakan dalam pelaksanaan PJJ ?
         




BAB II
PEMBAHASAN

1.    Peran Pengajar
     Peran pengajar sebagai pemberi kemudahan (fasilitator),  dimana para dosen/guru pelajaran PJJ hanya memberikan tutorial kepada mahasiswanya, memberikan umpan balik terhadap pertanyaan – pertanyaan yang di ajukan oleh para siswa, selain itu juga sesekali melakukan tatap muka dengan para mahasiswanya, hal ini diperlukan khususnya bagi proses pembelajaran terkait pembentukan kompetensi tertentu.
Perumusan pengajar dan pendidik dalam Pendidikan Jarak Jauh sebagaimana tertuang dalam peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan republik indonesia nomor 24 tahun 2012  tentang penyelenggaraan pendidikan jarak jauh pada pendidikan tinggi, pasal 1 ayat 1 “Pendidikan jarak jauh yang selanjutnya di sebut PJJ adalah pendidikan yang peserta didiknya terpisah dari pendidik dan pembelajarannya menggunakan sumber belajar melalui teknologi informasi dan komunikasi dan media lain”
Terkait dengan pengajar, opini yang dapat kami uraikan tentang pengajar mata pelajaran dalam sistem pendidikan jarak jauh, kami menyebutkan bahwa dalam pendidikan jarak jauh peran pengajar dinamakan pengajar, karena hanya berperan sebagai fasilitator antara materi ajar dan pelajar, sebagai tempat konsultasi, dan memberikan nilai berdasarkan tugas – tugas yang di kerjakan. Pendidikan, penekanan karakter pembentuk kepribadian justru baru di peroleh dari kedisiplinan prosesnya dan kemandirian pelajarnya.

Dalam hal tersebut tidak menjadikan PJJ sebagai salah satu hal yang tidak mungkin karena peran pengajar hanya sebagai pendidik, melainkan proses pendidikan ini memperluas kemampuan pelajar untuk dapat lebih mandiri dalam mencari jati diri dan pengembangan materi yang di ambil dan di pelajarinya nya tidak terbatas pada ruang lingkup kelas konvensional.
Alam dapat menjadi tempat terbaik untuk belajar dan dipelajari, dengan pendidikan jarak jauh waktu belajar tidak seratus persen mengikat, peran pengajar walaupun dalam hal penyajian materinya adalah dominan tapi kesadaran pelajarnya justru yang menjadikan pembelajaran ini menjadi suatu model pendidikan yang dapat diterapkan.
Akan tetapi dalam penyelenggaraan PJJ sih diatur bahwa peran pengajar adalah juga berperan sebagai pendidik, sebagaimana  masih dalam peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan republik indonesia nomor 24 tahun 2012  tentang penyelenggaraan pendidikan jarak jauh pada pendidikan tinggi, pasal 9 ayat 2 lebih menjabarkan pengajar sebagai pendidik. “Pendidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling sedikit meliputi :
§  Perancang program pembelajaran;
§  Penyusun dan / atau pengembang materi ajar dan media,
§  Produser materi ajar dan media,
§  Penyebar luas dan / atau pengunggah materi ajar dan media,
§  Penulis soal, tugas, dan / atau evaluasi hasil belajar,
§  Dosen pengajar dan pemelihara mata kuliah,
§  Tutor,
§  Pembimbing praktik dan / atau tugas akhir, dan
§  Penguji.
Peran peran tersebut menjadi satu peran yang tidak boleh di pisahkan dari penyelenggaraan PJJ. Pengajar mata pelajaran baik dikatakan sebagai pengajar ataupun sebagai pendidik berperan sebagai salah satu bagian yang menjadikan suatu mata pelajaran dapat diikuti, dipelajari, di berikan penugasan, diberikan penilaian, dan finalisasinya yaitu perserta mengerti apa yang telah dipelajarinya, dengan sumber rujukan dan tanggung jawab sumber penyampai pengetahuan terhadap pengajarnya.


v Karakteristik Pengajar dalam PJJ
  Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pengajar dalam melakukan pembelajaran jarak jauh :
§  Pengajar harus mengatur dan mengurutkan isi materi yang akan diajarkan berkaitan dengan hasil yang akan diperoleh oleh siswa.
§  Mengerti tentang sumberdaya yang tersedia untuk mendukung materi yang diampunya
§  Melihat potensi kemampuan yang telah dimiliki oleh siswanya sehingga  penerapan teknologi yang tepat dapat dipilih dan dapat mengakomodir peserta dalam aktifitas PJJnya.
§  Selalu Memberikan tanggapan, apresiasi dan motivasi terhadap para siswa.
§  Apa yang harus para siswa lakukan untuk menjamin pengalaman belajar yang berkualitas (Dabbagh & Bannan-Ritland, 2005).
Dengan melakukan pendidikan jarak jauh maka pengajar harus dapat memastikan bahwa para peserta sepenuhnya memahami tanggung jawab mereka dan mengatur kelas, serta mengawasi agar tidak ada yang tertinggal dalam mengikuti materi yang diampunya, fasilitas untuk pengecekan terhadap aktifitas PJJ dan peserta dapat dengan fasilitas telpon, SMS, email, social media, maupun dengan konsep server client, satu pemberitahuan untuk disebarkan kembali.

pengajar dan peserta didik yang terpisah oleh jarak ruang dan waktu difasilitasi dengan teknologi informasi dan komunikasi sebagai penyamapai materinya. Dalam proses pembelajarannya dapat dibedakan antara pembelajaran tatap muka dan pembelajaran PJJ.



sumber : Panduan Penyelenggaraan Model Pembelajaran Pendidikan Jarak Jauh Di Perguruan Tinggi (2011).
1.    Perbedaan pengajar PJJ dengan pengajar tatap muka.
1.    Perbedaan Pembelajaran Jarak Jauh dan Tatap Muka dari Segi Pengajar (Guru/Dosen)
Perbedaan pengajar dalam PJJ dan tatap muka adalah pada masalah lokasi, waktu, serta jumlah peserta didik. Pada pembelajaran tatap muka, pengajar diharuskan untuk datang ke lokasi pengajaran (kelas,sekolah,dll) untuk memberikan materi atau bahan ajar secara langsung. Dan untuk waktu pengajaran sudah ditentukan sesuai dengan aturan yang berlaku. Selain itu dalam pembelajaran tatap muka jumlah peserta dibatasi oleh tempat atau lokasi pembelajaran. Sedangkan dalam pendidikan jarak jauh, pengajar tidak perlu terus menerus datang menemui anak didiknya dan waktu pengajaran juga lebih fleksibel. Selain itu pengajar dapat melakukan pembelajaran secara massal, karena peserta didik tidak terbatas. Intinya dalam pjj, pengajar
dapat memberikan materi kepada peserta didik dimanapun dan kapanpun waktunya.
2.     Perbedaan dalam model pembelajaran tatap muka dan PJJ dalam sisi:
Pengajar dalam pembelajaran tatap muka mewajibkan untuk hadir menjelaskan kepada siswa di dalam sebuah kelas. Dalam menjelaskan biasanya pengajar menggunakan alat bantu seperti proyektor dan infokus dalam menjelaskan materi
atau bahan ajarnya. Pengajar memberikan aturan-aturan dalam absensi terkait kehadiran siswa dalam mengikuti mata kuliah tertentu. Pengajar dalam pembelajaran PJJ tidak perlu hadir di kelas. Dalam memberikan materi atau bahan ajar dosen
menggunakan alat bantu seperti media cetak, multimedia, dan media berbasis internet sebagai alat komunikasi dengan siswa. Pengajar tidak memberikan aturan absensi kepada siswa karena pada dasarnya PJJ adalah pembelajaran mandiri yang tidak
mewajibkan untuk belajar di kelas dengan belajar tatap muka.

3.    Dari sisi Pengajar (Guru/Dosen), beberapa perbedaan dari 2 model pembelajaran pendidikan tatap muka dan pendidikan jarak jauh adalah:
• Tatap muka: Pengajar masih harus tatap muka dengan peserta didik. Dalam model pembelajaran tatap muka, sebenarnya dapat dilakukan dengan periodik ataupun insidental. Namun yang terpenting adalah dosen mampu meluangkan waktunya untuk bertemu dengan peserta didik sesuai dengan jadwal yang disepakati agar terjadi interaksi dan peserta didik merasa mempunyai pengajar karena bagaimanapun kehadiran manusia secara nyata tidak dapat digantikan hanya lewat media (sisi kemanusiaan harus tersentuh). Pertemuan yang terjadi digunakan dosen untuk memberikan tutorial, memberikan arahan, konseling dan juga tugas. Dosen harus lebih bijak memanfaatkan waktu saat tatap muka, ia harus berpikir apa yang paling efektif dilakukan saat tatap muka berlangsung. Jika peserta didik mampu mandiri dalam mempelajari bahan ajar, maka pengajar tak perlu lagi menghabiskan waktu tatap muka untuk memberikan materi bahan ajar, mungkin hanya diberikan secara umum saja. Fungsi pengajar adalah sebagai fasilitator, sehingga terjadi komunikasi dua arah yang melahirkan interaksi menyenangkan. Hasil yang ingin dicapai, mahasiswa mampu mencapai target kompetensi dari indikator-indikator yang ada karena model pembelajaran tatap muka ini terkadang mempunyai kompetensi yang lebih tinggi dan lebih mengikat karena ada target yang harus dicapai sesuai dengan jadwal yang telah disepakati.

• Pendidikan Jarak Jauh: Berbeda dengan tatap muka, dalam pendidikan jarak jauh pengajar memang disetting untuk tidak melakukan tatap muka. Hal inilah yang harus diperhatikan oleh para pengajar PJJ, sistem pembelajaran ini harus mengedepankan keahlian sang pengajar dalam memanfaatkan media-media yang ada untuk melakukan PJJ. Jika dosen tidak mampu memanfaatkan media yang ada dan tidak mengetahui alur kerja dalam PJJ, maka akan terjadi pembelajaran yang tidak optimal. Pengajar juga harus mempunyai keahlian untuk membuat dirinya terasa dekat dengan peserta didik, agar proses pembelajaran menjadi hidup dan dinamis, dari sinilah dibutuhkan ide-ide kreatif agar PJJ menjadi sustainable. Pengajar pun harus mempunyai jadwal-jadwal dalam melakukan PJJ dan komitmen terhadap jadwal itu agar manajemen pembelajaran PJJ dapat dilakukan sesuai standar operasional yang berlaku dan diharapkan outputnya sesuai dengan kompetensi yang diharapkan.

4.     Dilihat perbedaan dari sisi pengajar :
Pada pembelajaran tatap muka (kelas biasa), pengajar di dalam merespon suatu pertanyan dari siswa akan terasa kurang efektif ini dikarenakan siswa disini akan kurang kondusif di dalam bertanya. Pengajar juga disini akan sulit mengatasi berapa jumlahnya siswa yang akan diajar, karena disini harus menentukan tempat atau ruang belajar dari siswa tersebut.Pada pembelajaran PJJ berbasis TIK, pengajar di dalam merespon pertanyaan dari siswa akan bisa dilakukan dengan mudah dan cepat. Pada pembelajaran ini pengajar akan lebih mudah mengatasi berapa banyaknya siswa yang akan di ajar, ini dikarenakan pengajar akan bisa mengaturnya melaluli jaringan internet dengan menggunakan e-learning.

2.    Metode Pembelajaran
1.      Tutorial Tatap muka
a)      Tatap muka dalam sistem pendidikan jarak jauh adalah hal yang sangat jarang, namun wajib dilakukan antara dosen dan para peserta didik. Tutorial tatap muka ini  adalah kesempatan bagi para peserta didik untuk berdiskusi dengan teman-teman lainnya dan berkonsultasi dengan dosen. Oleh karena itu tutorial tatap muka merupakan kesempatan yang sangat bagus untuk sistem pendidikan jarak jauh terutama untuk pengajar dan siswanya.

2)      Tutorial Jarak Jauh
a)      Tutorial jarak jauh ini sudah merupakan ciri khas dari PJJ
a. Tutorial secara tertulis yang disampaikan melalui korespondensi
Tutorial tertulis disini maksudnya pengajar membuat bahan ajar ataupun panduan yang tertulis bagi peserta didiknya. Dan dari bahan ajar tersebut, siswa mengerjakan tugas yang telah diberikan. Dan apabila terdapat ketidakmengertian dari peserta didik, maka akan bertanya kepada dosen/ asisten dosen yang bersangkutan dan kegiatan tersebut disampaikan melalui korespondensi.
b. Tutorial melalui multimedia
Tutorial multimedia dapat berupa kaset audio/ video yang nantinya juga akan disebar kepada peserta didik. Melalui tutorial ini sangat fleksibel dan penjelasannya menjadi lebih akurat dan mudah dimengerti oleh peserta didik
c. Tutorial secara tersiar baik melalui radio atau televisi
Terkadang bahan ajar disampaikan melalui televisi/ radio. Dan peserta didik dapat mengajukan pertanyaan baik melalui telepon maupun secara tertulis untuk dijawab atau dibahas pada siaran berikutnya.
d. Tutorial melalui telepon
Tutorial melalui telepon terjadi antara sekelompok peserta didik yang ingin bekonsultasi dengan dosennya. Namun tutorial telepon terdapat kendala karena biata telepon yang cukup mahal.
e. Tutorial online
Tutorial ini merupakan tutorial yang efisien karena dapat berkonsultasi layanan akademik maupun non-akademik. Dan belajar onlone ini sangat besar sekali manfaatnya bagi peserta didik karena menumbuhkan keingintahuan untuk menemukan berbagai informasi.























BAB III
PENUTUP
Kesimpulan :
Ø  Pengajar dapat dikatakan sebagai media fasilitator, karena seorang pengajar mempunyai yang dinamakan asisten dosen yang mana asisten dosen tersebut bertugas sebagai penjawab pertanyaan, ataupun menampung pertanyaan dari siswa lainnya yang nantinya akan ditanyakan kepada pengajar.
Ø  Pengajar harus menyiapkan materi ajar berupa modul juga untuk dikirimkan kepada siswa yang ternyata ada kendala internet
Ø  Pengajar harus selalu melakukan contact dengan siswanya, sebagai hubungan antara guru dengan siswa, karena sistem PJJ ini jarang sekali bertatap muka secara langsung
Ø  Pemberian apresiasi terhadap tanggapan-tanggapan para siswa membuat para siswa memiliki motivai lebih.

Referensi
http://busyraoryza.blogspot.com/2012/11/perbedaan-pembelajaran-jarak-jauh.html
http://azharyakbar.blogspot.com/2012/11/perbedaan-pndidikan-jarak-jauh-dengan.html
http://renataliaa.wordpress.com/2012/12/05/karakteristik-pebelajar-dalam-pjj/
http://stevatuniyati.blogspot.com/2012/08/pjj-pendidikan-jarak-jauh-ujian-pjj.html














Thursday, April 10, 2014

Ujian Akhir

Soal No.1 Hampir sama dengan isitilah mana yang lebih dulu ayam atau telur. Dalam pemanfaatan TIK ada 2 aspek yang berperan penting: tools/media dan sumber daya manusia atau penggunanya. Menurut Anda, mana yang lebih utama: · pengadaan media pembelajaran TIK dalam pembelajaran atau · peningkatan skill (Dosen/Guru) dalam memanfaatkan media pembelajaran TIK. (Sebagai acuan: pada awalnya tidak ada yang sempurna atau learning by doing) 

SoalNo.2 Peranan media pembelajaran sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan proses pembelajaran model PJJ. Apa sajakah kriteria yang dibutuhkan dari sebuah media pembelajaran agar dapat memenuhi kebutuhan proses belajar mengajar dalam PJJ? 


Soal No.3 Dalam model pembelajaran PJJ berbasis TIK seperti MOOC (Massive Open Online Course), seorang dosen dimungkinkan memiliki siswa 150 ribuan (Standfor dan MIT). Namun tingkat kelulusan peserta didiknya hanya sekitar 30 ribuan (kurang dari 50 %). Apa saja faktor yang menurut Anda mempengaruhi rendahnya tingkat kelulusan tersebut dan jelaskanlah.


Nama : Erni
Batch 4 Amik Wahana Mandiri

Jawaban Soal N0.1

Menurut saya yang lebih utama  adalah peningkatan skill(Dosen/Guru) dalam memanfaatkan media pembelajaran TIK karena contohnya seperti  di Bulungan ketika sayA mengajar komputer dasar  terhadap Guru-Guru SD mereka masih banyak belum bisa menggunakan Laptop/Komputer  dan merka masih mengggunakan cara tradisional menghitung nilai siswa padahal jika bisa mengoprasikan komputer akan lebih memudahkan para pengajar jadi perlu adanya peningkatan skill Dosen/Guru) untuk menunjang pembelajaran yang mudah dan modern.

Jawaban Soal No.2

-Acsess
-Teaching and Learing
-Interactivity
-Organisational
-Novelty
-Speed

Jawaban Soal No.3

Menurut saya faktor yang mempengaruhi adalah:
1.Faktor penyerapan materi yang disampaikan pengajar kurang di pahami oleh peserta dididk
2.Kurangnya komunikasi antara pengajar dan peserta didik
3.Faktor Kesibukan
4.Faktor Internal contohnya(Malas)
5.Faktor External

Wednesday, April 9, 2014

Tugas Topik 3(Erni)

Tugas Topik-3
Tujuh kriteria dalam memilih media dikenal dengan istilah "ACTIONS" (hal 14 Topik-3).
Dapat dipastikan dalam pemilihan media berdasarkan ke-7 kriteria tersebut dimungkinkan ada kendala atau masalah dalam implementasinya.

Dari 7 kriteria tersebut mana yang menurut Anda dapat dilaksanakan. Jelaskanlah alasannya.
Serta bila ada kriteria yang tidak dapat dilterapkan, jelaskanlah Mengapa




1. Access: menurut saya Accses merupakan  salah satu penunjang yang sangat penting dalam penyelenggara PJJ dan ini harus dilaksanakan karena  tanpa adanya accsess yang mendukung maka penyelenggaraan PJJ tidak akan sesuai dengan apa yang diharapkan salah satu contohnya adalah acsess Jaringan Internet.
3. Teaching and Learning: Proses Teaching and Learning ini juga dapat dilaksanakan karena kita bisa tahu bagaimana media itu mampu memenuhi kebutuhan pengajar dan peserta didik  dan mengetahui kekurangan media yang kita gunakan sehingga kita mencari alternatif lain atau media lain yang lebih mendukung.
4 .Menurut saya Interactivity  juga dapat dilaksanakan karena dengan adanya media tutorial elektronik mampu membantu peserta didik dan pengajar dalam proses penyampaian materi yang efektif.

5.Organisasitional Issues: Menurut saya ini juga dapat di laksanakan karena perlu adanya dukungan dari semua unsur yang ada di organisasi karena itu merupakan hal yang penting  karena media akan sia-sia jika tidak ada yang menjalankanya.


6.Novelty: menurut saya media ini juga dapat di terapkan karena media juga mempengaruhi proses pembelajaran jika media itu menarik maka peserta didik tidak merasa bosan dan dapat meningkatkan dan menunjang semangat belajar dan ketertarikan untuk selalu membuka media tersebut.


7.Speed:menurut saya yang dapat dilaksanakan kecepatan atau speed karena untuk sekarang ini di indonesia hampir menggunakan media internet sebagai kebutuhan sehari-hari dan perlunya kecepatan /speed di indonesia agar kita selalu mengetahui informasi-informasi   terbaru karena untuk sekarang ini indonesia masih jauh dari negara-negara lain masalah kecepataan.



 Menurut saya kriteria yang tidak dapat diterapkan adalah:

2.Cost(Biaya) Menurut saya biaya PJJ harus lebih dipertimbangkan karena saat ini kebanyakan orang yang menempuh PJJ sambil bekerja pasti mempertimbangkan masalah tersebut mungkin banyak yang beragggapan bahwa PJJ itu murah tapi menurut saya sama saja dengan Tatap Muka karena jika media tidak mendukung otomatis kita pasti mencari cara agar media yang kita gunakan mendukung dan itu pasti memerlukan biaya.

Tugas Topik 2(Erni)

Materi Tugas Topik-2 sbb:

Dalam pembelajaran sistem PJJ, terjadi perubahan mendasar dalam paradigma pendidikan dimana pembelajaran yang tadinya berpusat pada pengajar menjadi berpusat pada peserta didik (Brodjonegoro, 1999) atau dari "TEACHER Centre" menjadi "STUDENT Centre".
Jelaskanlah..




Jawaban:
Perubahan yang mendasar di mana sistem pembelajaran yang   terdahulu pengajar hanya menjelaskan apa yang disampaikan tanpa tahu berapa besar penyerapan materi yang  di sampaikan dapat di terima dengan baik  atau tidak  oleh peserta didik  dan proses pembelajaran yang seperti itu  membosankan dan pengajar hanya aktif sendiri  dan tanpa tau kendala yang di alami oleh perserta didik namun sekarang dengan adanya PJJ dan perserta didik di tuntut untuk  mandiri  dan saling berinteraksi dengan pengajar dengan berbagai  wadah media social dan proses pembelajaran yang modern lebih efektif dalam penyampaian materi ke peserta didik namun bukan berarti pengajar hanya  berdiam  saja namun pengajar juga mengontrol peserta didik dan mengetahui  kendala-kendala yang dialami peserta didik.


Tugas Topik 1(Erni)

Soal untuk Tugas Topik-1:

"PJJ dapat menjadi solusi dari permasalahan pendidikan. Namun dalam pelaksanaannya, terdapat banyak kendala atau permasalahan".

Sebutkan kendala dan permasalahan yang mungkin muncul dalam pelaksanaan PJJ dan berikanlah Solusi (pendapat Anda)"..
(Sangat baik sekali bila permasalahan dan solusi diambil dari realita di sekitar Anda, seperti sekolah/tempat tinggal/daerah atau berdasarkan hasil pengamatan/pengalaman).


Jawaban:
Permasalahan: untuk PJJ mengalami permasalahan yang utama adalah masalah jaringan karena pada saat mengerjakan ujian online dan jaringan mengalami trouble namun waktu menuntut kita untuk menyelesaikan ujian dan itu merupakan masalah yang besar yang belum terselesaikan saat ini. dan permasalahan lain yaitu masalah sistem pembelajaran yang kurang efektif karena jarang -nya pembelajaran tatap muka sehingga banyak mencari referensi dari internet padahal referensi yang kita ambil dari  internet belum tentu kebenaraannya karena tidak ada yang menjamin materi itu benar atau tidak.

Solusi: Perlu adanya akses jaringan yang bagus jika PJJ di laksanakan di suatu daerah karena di daerah saya mengalami seperti ini pada saat saya D1 dan untuk  pembelajaraan tatap muka solusinya adalah  diharapkan sering diadakan pertemuan setiap beberapa bulan agar permasalah PJJ bisa efektif.untuk mendownload materi silahkanKlik Di Sini






erny twin. Powered by Blogger.

About Me

My photo
BULUNGAN, KAL-TIM, Indonesia

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *