PERTEMUAN III
مَعْنَى الشَّهَادَتَيْنِ Makna Dua Kalimat Syahadat
Rukun Islam
بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَالْحَجِّ وَصَوْمِ رَمَضَانَ
• Islam dibangun diatas lima perkara; Bersaksi
• bahwa tiada Ilah yang berhak disembah selain Allah dan bahwa nabi Muhammad utusan
• Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan haji dan puasa Ramadhan
Rukun Islam
• Rukun Islam ada 5
– Mengucapkan dua kalimat syahadat
– Mendirikan shalat
– Menunaikan zakat
– Puasa bulan Ramadhan
– Menunaikan haji bagi yang mampu
• Mana di antara rukun itu yang paling berat?
PENTING
• Diletakkan di urutan PERTAMA dalam rukun Islam berarti syahadatain itu sangat penting
• Ia menjadi titik tolak baiknya rukun selanjutnya
SYAHADAT PINTU MASUK ISLAM
• Ini bagi yang orang kafir yang mau masuk Islam
• Setelah ia mengucapkan syahadat, maka ia Muslim, apapun niatnya (niat urusan Allah)
– Usamah bin Zaid pernah bertempur dengan orang kafir
– Setelah orang kafir itu terdesak dan hampir dipenggal, segera ia bersyahadat
– Tapi Usamah tetap membunuhnya
– Kejadian itu dilaporkan ke Rasul SAW dan beliau SAW marah
– Usamah berkilah bahwa orang itu bersyahadah agar tidak dibunuh
– Rasul SAW, “Kenapa engkau tidak membelah dadanya?”
PENTING
• Karena Syahadatain merupakan SATU-SATUNYA PINTU untuk masuk kedalam Islam, berarti penting sekali
• Tidak mau melewati pintu ini berarti belum Muslim
• Meski kita sudah berada di dalam rumah Islam (MUSLIM), penting juga untuk mendalaminya
SYAHADAT RINGKASAN
PRINSIP-PRINSIP ISLAM
• Inti ajaran Islam adalah
– Ikhlas kepada Allah
– Mengikuti ajaran Rasul SAW
• Keduanya ada dalam syahadatain
• Inti Al-Qur’an ada di surat Al-Fatihah à Penting, sehingga wajib dibaca setiap shalat
Kondisi Mekah Saat Itu
• Politik
– Di bawah bayang-bayang dua raksasa: Romawi dan Persia
– Banyak daerah subur yang dikuasai oleh kedua raksasa itu
• Ekonomi
– Harta yang banyak dimiliki oleh segelintir orang, sementara sebagian besar masyarakat hidup miskin
– Mengakarnya riba
• Moral
– Cara-cara pernikahan: Al-Istibdha’, Al-Mukhadanah, Asy-Syighar, Perkawinan Warisan, Perkawinan Mut’ah dan Menggabungkan dua istri kakak-beradik kandung
– Minuman keras dan judi sudah menjadi kebiasaan
Tirani Tetap Tirani
• Kalau hanya mengobarkan semangat kearaban saja lalu berhasil, maka sesungguh hanya berpindah tirani: dari tirani Romawi atau Persia ke tirani Arab
• Yang diinginkan Allah: tauhid tegak dari langkah pertama
Kenapa Tidak Memulai dengan Gerakan Moral?
• Rasul mungkin bisa mencari orang-orang yang masih bersih untuk melancarkan gerakannya
• Setelah banyak terkumpul, tentu gerakannya akan makin banyak simpati tanpa harus ditentang dari awal
Moral Harus Landasannya Kuat
• Gerakan moral semacam itu, yang hanya didasari oleh peduli pada perbaikan moral saja, tidak memiliki dasar yang kokoh
• Berarti pada akhirnya akan mudah roboh
• Landasan kokoh yang mendasari moralitas adalah kalimat tauhid
Iman Sebelum Halal dan Haram
إِنَّمَا أُنْزِلَ أَوَّلُ مَا أُنْزِلَ مِنْهُ سُوْرَةٌ مِنَ الْمُفَصِّلِ فِيْهَا ذِكْرُ الْجَنَّةِ وَالنَّارِ حَتَّى إِذَا ثَابَ النَّاسُ إِلَى الإِسْلاَمِ نَزَلَ الْحَلاَلَ وَالْحَرَامَ وَلَوْ نُزِّلَ أَوَّلُ شَيْءٍ : لاَ تَشْرَبُوا الْخَمْرَ لَقَالُوْا لاَ نَدَعَهَا أَبَدًا ، وَلَوْ نُزِّلَ : لاَ تَزِنُوْا لَقَالُوْا لاَ نَدَعَ الزِّنَا
Sesungguhnya yang pertama-tama turun dari Al-Qur’an adalah surat ‘Al-Mufashshil’ yang berisi peringatan tentang sorga dan neraka. Hingga keislaman manusia itu kokoh, turunlah tentang halal dan haram. Jika yang pertama kali turun sesuatu yang berkenaan dengan: ‘Jangan minum khamar’, pastilah mereka berkata, ‘Kami tidak akan meninggalkannya selamanya’; ‘Jangan berzina’, pastilah mereka berkata, ‘Kami tidak akan meninggalkannya’.”
(HR Imam Al-Baihaqi dalam Sya’bul Iman: 5/322)
SYADAHAT HAKIKAT DAKWAH
PARA RASUL
• Setiap rasul yang diutus oleh Allah, pasti membawa kalimat syahadat
• Jadi ini seperti PESAN BERANTAI
• Ini menunjukkan bahwa PESAN (SYAHADAT) ITU SESUATU YANG SANGAT PENTING
Wahyu Setiap Rasul (21:25)
وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلا أَنَا فَاعْبُدُونِ
Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku".
Nabi Nuh AS (7:59)
لَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَى قَوْمِهِ فَقَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ
Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya lalu ia berkata: "Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya." Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat).
Nabi Hud AS (7:65)
وَإِلَى عَادٍ أَخَاهُمْ هُودًا قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ أَفَلا تَتَّقُونَ
Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Ad saudara mereka, Hud. Ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?"
Nabi Shalih AS (7:73)
وَإِلَى ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحًا قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ
Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka, Saleh. Ia berkata. "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya
Tuesday, February 17, 2015
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
erny twin. Powered by Blogger.

0 comments:
Post a Comment