web stats

Tuesday, February 17, 2015

Filled Under:

PERTEMUAN IV

PERTEMUAN IV

مَدْلُوْلُ الشَّهَادَةِ Kandungan Syahadat
Syahadatain أشهد أن لاإله إلا الله
و أشهد أن محمدا رسول الله
Apa arti kata “asyhadu”?

3 Arti Syahadah (“asyhadu”)
1. Pernyataan  (اَلْإِعْلاَنُ)
2. Sumpah (اَلْقَسَمُ)
3. Janji (اَلْعَهْدُ)

Syahadah Artinya PERNYATAAN
Bahasa Arabnya: اَلإِقْرَارُ atau اَلإِعْلاَنُ (dalam bahasa Indonesia: Iklan, yang seharusnya membacanya I’lan bukan iklan)
“Asyhadu” berarti “aku menyatakan”
Kalau dihubungkan dengan kalimat syahadat maka artinya “aku menyatakan bahwa tidak ada ilah kecuali Allah, dan aku menyatakan bahwa Muhammad adalah utusan Allah”

Syahadat Artinya SUMPAH
Kandungan kedua dari syahadat adalah SUMPAH
Bahasa Arabnya:  اَلْقَسَمُ
“Asyhadu” berarti “aku bersumpah”
Dihubungkan dengan kalimat syahadat maka artinya “aku bersumpah bahwa tidak ada ilah kecuali Allah, dan aku bersumpah bahwa Muhammad adalah utusan Allah”

Syahadah Artinya JANJI
Kandungan ketiga syahadat adalah JANJI
Bahasa Arabnya: اَلْمِيْثَاقُ atau اَلْعَهْدُ
“Asyhadu” berarti “aku berjanji”
Dihubungkan dengan syahatain maka artinya “aku berjanji bahwa tidak ada ilah kecuali Allah, dan aku berjanji bahwa Muhammad adalah utusan Allah”

Allah Mengingatkan
Kenapa kita tidak ingat?
Saat kita umur satu tahun saja kita tidak ingat, apalagi saat di dalam kandungan
Biasanya ibu kita yang menceritakan saat kita kecil, baru kita tahu
Dalam hal ini Allah mengingatkan kepada kita semua tentang peristiwa besar ini, agar tidak dijadikan alasan “saya lupa” (7:173)

Komitmen Hati
Kalau kita benar-benar menghayati ketiga makna ini, maka kita telah memiliki komitmen di dalam hati kita à hati terikat dengan syahadatain
Komitmen itulah yang disebut IMAN
Contoh pribadi yang menyadari ini
Bilal bin Rabbah
Yasir dan Sumayyah
Mush’ab bin Umair

Iman yang Benar (اَلإِيْمَانُ الْحَقُّ)

Iman yang benar juga harus memenuhi tiga hal
إِقْرَارٌ بِاللِّسَانِ (menyatakan dengan lisan)
تَصْدِيْقٌ بِالْقَلْبِ (membenarkan dengan hati)
عَمَلٌ بِالْجَوَارِحِ وَالْحَرَكَاتِ (mengamalkan dengan anggota badan dan gerakan-gerakan)
Ketiganya harus ada, tidak boleh hilang satu pun

Pernyataan: STATUS
Kandungan pertama syahadat adalah pernyataan
Ini menghasilkan STATUS keIslaman seseorang
Status ini tidak akan hilang hingga LISANNYA mengingkarinya, bukan karena perbuatannya
Tidak boleh mengkafirkan seseorang yang status kemuslimannya masih tetap ada
مَنْ كَفَّرَ أَخَاهُ فَقَدْ بَاءَ بِهَا أَحَدُهُمَا (siapa yang mengkafirkan saudaranya maka itu kembali kepada salah satunya [HR Ahmad])

Pentingnya Status
Status itu sangat penting, karena menentukan diterimanya amal seseorang
Kalau dia tidak punya status (sebagai Muslim) maka amalnya batal
Seperti debu  yang beterbangan (هَبَاءً مَنْثُورًا) 25:
Seperti fatamorgana (كَسَرَابٍ) 24:39
Contoh sekolah. Kalau tidak terdaftar, tidak akan diterima (tidak boleh masuk kelas, apalagi ikut ujian dan dapat nilai?!)

Munafik Amali (الْمُنَافِقُ الْعَمَلِيُّ)
Ini disebutkan dalam dua hadits yang sangat terkenal
آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ
“Tanda-tanda munafik ada tiga: apabila berbicara bohong, apabila berjanji ingkar, dan apabila dipercaya berkhianat” (HR Bukhari-Muslim)

Ini disebutkan dalam dua hadits yang sangat terkenal
آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ
“Tanda-tanda munafik ada tiga: apabila berbicara bohong, apabila berjanji ingkar, dan apabila dipercaya berkhianat” (HR Bukhari-Muslim)

Empat Tanda Munafik
أَرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ كَانَ مُنَافِقًا خَالِصًا وَمَنْ كَانَتْ فِيهِ خَلَّةٌ مِنْهُنَّ كَانَتْ فِيهِ خَلَّةٌ مِنْ نِفَاقٍ حَتَّى يَدَعَهَا إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ
“Empat hal, barangsiapa semuanya ada padanya maka dia munafik tulen. Siapa yang terdapat salah satu dari padanya maka dia memiliki satu bagian dari nifak hingga ia menghilangkannya. Apabila berbicara dusta, apabila mengikat perjanjian menyalahinya, apabila berjanji ingkar, dan apabila berselisih curang.” (HR Muslim)

FASIK
Orang munafik kalau berterusan dalam kemunafikannya akan menjadi FASIK
FASIK = اَلْخَارِجُ عَنِ الطَّاعَةِ (tidak mau taat)
Orang Arab berkata, فَسَقَتِ الرُّطْبَةُ apabila korma terkelupas dari kulitnya
Tikus disebut فُوَيْسِقَةٌ karena keluar dari liangnya untuk mengadakan pengrusakan
خَمْسُ فَوَاسِقَ يُقْتَلْنَ فِي الْحِلِّ وَالْحَرَمِ الْحِدَأَةُ وَالْغُرَابُ وَالْفَأْرَةُ وَالْعَقْرَبُ وَالْكَلْبُ الْعَقُورُ
Lima jenis binatang perusak yang boleh dibunuh, baik di tanah halal maupun di tanah haram, yaitu burung elang, burung gagak, tikus, kalajengking, dan anjing gila (HR Bukhari-Muslim

Ciri-ciri Fasik (2:27)
1. Merusak janji Allah setelah diikrarkan dengan teguh
Janji itu adalah mentauhidkan Allah (7:172)
Janji itu juga pengakuan bahwa Nabi Muhammad adalah Rasul
Janji juga berupa perintah dan larangan Allah
2. Memutuskan apa-apa yang diperintahkan supaya dihubungkan (silaturrahim dan hubungan kekerabatan)
3. Mengadakan kerusakan di muka bumi
Tiga sifat di atas sebagai tambahan tiga sifat munafik seperti dalam hadits yang masyhur
Apabila mereka menang, tampaklah ke-6 sifat itu
Tapi apabila mereka kalah, mereka menampakkan tiga sifat seperti dalam hadits itu

Iblis dan Abu Jahal
Iblis jelas meyakini adanya Allah, bahkan berdialog dengan Allah, tapi ingkar
Demikian pula Abu Jahal
Dialog sebelum Perang Badar
Saya ingin berbicara empat mata dengan Anda. Apakah Anda membenarkan apa yang dibawa Muhammad?
Ya!
Kenapa Anda selalu menentangnya bahkan memeranginya?
Semua keutamaan Bani Hasyim bisa disamai oleh Kabilahku. Tapi ini masalah kenabian, tidak bisa kami mengaku Nabi. Kita tidak bisa menyamainya. Oleh karena itu kami membencinya dan memeranginya


ISTIQOMAH
Mu’min yang selalu menjaga lisan, hati dan anggota badannya dengan yang dituntut oleh Allah dan RasulNya, maka dia berada dalam kondisi istiqomah
Istiqomah tidak bisa datang tiba-tiba, tapi melalui proses
Itulah kenapa digunakan kata “tsumma” (kemudian)

Istiqomah Berproses
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka (41:30, 46:13)

Balasan Bagi Yang Istiqomah
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلائِكَةُ أَلا تَخَافُوا وَلا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu". (41:30)

Keberanian (َلشَّجَاعَةُ)
Dikatakan kepada orang yang istiqomah أَلا تَخَافُوا  (janganlah kalian khawatir), maka dia tidak akan khawatir 46:13 (فَلا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ)
Artinya dia selalu berani
Contoh:
Rib’i bin Amir ketika menghadap Rustum (panglima Persia)
Abdullah bin Zubeir  tidak mau minggir ketika Umar lewat, padahal yang lainnya minggir (aku tidak bersalah; kenapa aku harus minggir sedangkan jalannya masih luas?)
Ketakutan bersumber dari ketidak-istiqomahan

Tenang (اَلاِطْمِئْنَانُ)
Musibah apapun yang menimpanya tidak akan menumbangkannya (putus asa)
Sebaliknya, kebaikan apapun yang diraihnya tidak membuatnya sombong (57:22-23)
Ketenangan dan kestabilannya karena menyadari semua takdir Allah itu baik (كُلُّ مَا قَدَّرُ اللهُ خَيْر)

Optimis (اَلتَّفَاؤُلُ)
Memandang masa depan penuh dengan keyakinan (optimis)
Malaikat memberikan kabar gembira tentang sorga yang telah dijanjikan
Melihat masa depan Islam pun yakin bahwa masa depan di tangan Islam (الْمُسْتَقْبَالُ لِهذَا الدِّيْنِ)

Bahagia Sejati (اَلسَّعَادَةُ)
Jika seseorang hidupnya penuh keberanian, tenang dan optimis, maka berarti telah tercapai kebahagiaan hakiki
Bagaimana bahagia kalau salah satunya hilang?
Jadi syahadah menghantarkan kita kepada sa’adah (مِنَ الشّهَدَةِ إِلَى السّعَادَةِ)



0 comments:

Post a Comment

erny twin. Powered by Blogger.

About Me

My photo
BULUNGAN, KAL-TIM, Indonesia

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *