PERTEMUAN XII
حَاجَةُ اْلإِنْسَانِ إِلَى الرَّسُوْلِ Kebutuhan Manusia terhadap Rasul
Manusia Pertama
• Ketika Allah SWT menurunkan Adam AS beserta istrinya ke bumi, maka kemudian memiliki anak
• Setiap kali mengandung, Hawa melahirkan satu pasang anak kembar: laki-laki dan perempuan
• Syari’at yang diterapkan: perkawinan silang dan tidak boleh menikah dengan kembarannya
Perkembangan Manusia
• Manusia kemudian berkembang dan menyebar ke berbagai tempat
• Mereka bersuku-suku dan berkabilah-kabilah
• Mereka hidup tanpa petunjuk, sehingga menyimpang dari kebenaran
• Allah SWT mengutus RasulNya untuk mengembalikan mereka ke jalan kebenaran
• Rasul yang diutus biasanya berasal dari kaum mereka sendiri
Mengakui Eksistensi Pencipta (وُجُوْدُ الْخَالِق)
• Fitrah yang ditanam oleh Allah tidak akan pernah hilang, yang terjadi adalah tertutupi dengan kotoran-kotoran lain
• Oleh karena itu, manusia pasti mengakui bahwa di balik alam semesta yang megah dan teratur ini, ada Penciptanya
• Hanya saja, karena tidak ada PETUNJUK yang benar, manusia berbeda-beda (salah) dalam menyebut dan mensifatinya
Bangsa Arab
• Bangsa Arab berasal dari keturunan Ismail AS
• Mereka pertama kali mendapat bimbingan dari Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS
• Sepeninggal Ismail AS tidak ada lagi Rasul yang diutus kepadanya sehingga terjadi banyak penyimpangan
• Mereka mengakui dengan pasti akan keberadaan Allah sebagai Pencipta dan Pengatur alam, tetapi mereka mensekutukannya dengan lainnya (29:61, 63)
Ashabiyah (Fanatisme Bangsa)
• Sejarah mencatat berbagai bentuk fanatisme suku atau bangsa
• Banga Arya merasa dirinya bangsa suci, tinggi
• Begitu pula bangsa Yahudi, bangsa kulit putih, bangsa Arab di masa sekarang
• Paham nasionalisme yang semula baik, kemudian berkembang menjadi chauvinisme (nasionalisme sempit dan berlebihan)
• Antar-suku Arab Quraisy sering terjadi perang karena masalah yang sepele
• Arab Madinah dibantu oleh Yahudi terlibat Perang Bu’ats selama 40 tahun sebelum Islam masuk
Petunjuk Rasul (هِدَايَةُ الرَّسُوْلِ)
• Untuk mengatasi dan menyelesaikan berbagai kekacauan itu, maka Allah mengirim para rasul untuk memberikan petunjuk kepada umat manusia
• 42:52-53 وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ (Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus)
• Petunjuk itu berupa WAHYU yang Allah turunkan kepada para nabi dan rasul, di antaranya berupa shuhuf (87:18-19) dan kitab-kitab (2:2)
Pedoman Hidup (مِنْهَاجُ الْحَيَاةِ)
• Para rasul juga memberi petunjuk tentang aturan-aturan yang seharusnya menjadi pedoman hidup mereka, bukan aturan-aturan yang dibuat mereka
• Pedomana hidup itu seharusnya mampu mengarahkan manusia pada jalan yang lurus (shiratul mustaqim) bukan jalan yang menyimpang dan sesat
• Pedoman hidup itu adalah ISLAM (6:153) inilah yang mesti diikuti dan jangan mengikuti pedoman yang lain karena akan menyimpangkan dari jalur yang benar
Contoh Pelaksanaan
• Para rasul tidak sekedar menjelaskan pedoman hidup secara teoritis saja, tetapi mereka menerapkan secara langsung dalam kehidupan mereka
• Mereka adalah contoh hidup (نَمُوْذَجُ حَيٍّ) dari pelaksanaan pedoman hidup itu
• 60:4 kita disuruh mencontoh kepada Nabi Ibrahim dan orang-orang yang mengikutinya, termasuk Rasulullah SAW
• 33:21 Rasulullah SAW adalah teladan yang baik
• Dikatakan bahwa Rasulullah adalah Al-Qur’an yang berjalan karena akhlaknya adalah al-Qur’an (كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ) HR. Ahmad
Beribadah dengan Benar
(اَلْعِبَادَةُ اَلصَّحِيْحَةُ)
• Berkat petunjuk Rasul, manusia mengenal Allah SWT dengan benar dan mengikuti pedoman hidup yang sejati
• Dengan begitu, manusia akhirnya dapat beribadah kepada Allah SWT dengan ibadah yang benar
• 21:25 à sembahlah AKU saja
• 98:5 beribadah dengan memurnikan ketaatan
Tuesday, February 17, 2015
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
erny twin. Powered by Blogger.

0 comments:
Post a Comment