PERTEMUAN XIII
Sikap terhadap Dua Hal
• Tawazun (keseimbangan) sangat penting dalam kehidupan à tidak tawazun akan fatal akibatnya
• Biasanya tawazun berkaitan dengan mensikapi dua atau beberapa amal yang mesti dilakukan agar sikapnya tepat (adil): memberikan hak kepada yang berhak
HANIF
• Adanya fitrah inilah yang membuat manusia memiliki kecenderungan kepada kebaikan atau yang disebut HANIF
• Maka kecenderungan baik (hanif) mesti dipertahankan à 30:30 perintah untuk perhatian terhadap DIEN YANG LURUS, yang akan membawa fitrah tetap pada jalan yang lurus
• Ingat! Bahan baku yang telah diberikan Allah itu baik, tapi jika tidak dipelihara akan rusak
Bekerja
• Agar mendapatkan makanan à mesti bekerja: pekerjaan yang baik, bukan mencuri, menipu, dll
• Makanan halal tapi didapat dengan uang yang haram akan masuk ke dalam tubuh sehingga tubuh ada unsur haramnya
اَلْغِذَاءُ اَلْعَقْلِيُّ (Makanan Akal)
• Makanan akal adalah ILMU
• Kurang ilmu à akalnya lemah, “kurus” (bodoh)
• Seperti makanan jasad, ilmu pun mesti yang baik sehingga bermanfaat
• Ilmu yang buruk: ilmu sihir, ilmu mencuri, dll
Ayat-ayat yang Pertama Turun: ILMU
• Ada tiga surat yang pertama turun
1. Al-’Alaq: 1-5 à perintah membaca (iqra’)
2. Al-Qalam à ayat 1 Demi PENA dan apa yang DITULIS
3. Al-Muzammil:1-19 à perintah membaca al-Qur’an dengan perlahan (tartil)
• Pada masa kejayaan Islam, ilmu pengetahuan berkembang dengan pesat
HIKMAH
• Jika ilmu itu berkembang dengan baik, maka akan muncul hikmah (sikap bijak)
• 2:269 hikmah = kebaikan yang banyak
– Hikmah adalah memahami al-Qur’an
– Hikmah adalah kesesuaian ucapan dan perbuatan (الإصابة في القول والفعل)
– Hikmah adalah mengenal agama, memahaminya, dan mengikutinya
– Hikmah adalah pemahaman
– Hikmah adalah rasa takut (al-khasyyah) kepada Allah, karena pangkal segala sesuatu adalah takut kepada Allah
اَلْغِذَاءُ اَلرُّوْحِيُّ (Makanan Ruh)
• Makanan ruh adalah dzikrullah (ingat kepada Allah)
• Inilah makanan yang kurang mendapatkan perhatian manusia pada umumnya
• “Lapar”-nya tidak terasa, padahal fenomenanya sudah muncul: gelisah, tidak dapat tidur
• Padahal ruh itu PENGENDALI diri kita
Dzikrullah
• 33:41 dzikir yang banyak (ciri mu’min)
• 4:142 dzikir yang sangat sedikit (ciri munafik)
• “Aku terserah kepada persangkaan hamba-Ku terhadap Ku, jika ia menginat-Ku (baca: berdzikir) dalam diri-Nya, aku akan menyebutnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku didalam sebuah jamaah, aku akan menyebutnya di dalam jamaah yang lebih baik dari mereka.” (Hadits Qudsi, Muttafaqun ‘Alaihi dari hadits Abu Hurairah)
Adab Berdzikir
1. Khusyu’, menghadirkan hati dan pikiran akan makna-makna lafal yang terucap, berusaha terwarnai olehnya, serta berusaha menetapi maksud dan tujuannya.
2. Merendahkan suara sebisa mungkin, dengan konsentrasi yang penuh dan iradah yang sempurna, sehingga tidak mengganggu yang lain (Al-A’raf: 205)
3. Sesuai dengan jamaah (irama dan suaranya), jika kebetulan dzikirnya itu bersama jamaah. Usahakan agar tidak mendahului, terlambat, atau mengungguli bacaan mereka
4. Bersih pakaian dan tempat, memperhatikan tepat-tempat yang terhormat dan waktu-waktu yang sesuai
5. Mengakhiri dengan penuh khusu’ dan adab, menjauhi kesalahan dan main-main, yang hal itu bisa menghilangkan faedah dan pengaruh dzikir.
Macam-macam Dzikir
1. Al-Wazhifah
2. Wirid Qur’an
3. Doa-doa siang dan malam
4. Doa-doa yang ma’tsur dalam berbagai kesempatan
5. Wirid Ikhwan: wirid doa dan wirid rabithah
Tuesday, February 17, 2015
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
erny twin. Powered by Blogger.

0 comments:
Post a Comment