web stats

Tuesday, February 17, 2015

PERTEMUAN XIV

PERTEMUAN XIV

MANAJEMEN WAKTU
      Manajemen waktu adalah perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian, dan evaluasi penggunaan waktu.
STRATEGI PENJADWALAN
          Buat daftar kegiatan yang akan dikerjakan
          Buat skala prioritas dari tiap kegiatan
          Perkirakan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan tiap kegiatan
          Alokasikan waktu untuk tiap kegiatan
          Kendalikan penggunaan waktu agar tercapai efisiensi
          Evaluasi penetapan jadwal

PENYEBAB PENUNDAAN
          Menghindari hal yang dianggap tidak menarik, tidak menyenangkan, atau tidak penting.
          Tugas sangat kompleks sehingga mengurangi motivasi
          Merasa masih memiliki banyak waktu
          Malas 

MENGHILANGKAN
KEBIASAAN MENUNDA
          Amati kelakuan menunda
          Temukan alasan penundaan
          Singkirkan pikiran negatif
          Jangan terus bekerja dalam tekanan
          Jangan terbawa perasaan
          Percaya diri untuk memulai
          Mulai saat ini


PERTEMUAN XIII

PERTEMUAN XIII


Sikap terhadap Dua Hal
Tawazun (keseimbangan) sangat penting dalam kehidupan à tidak tawazun akan fatal akibatnya
Biasanya tawazun berkaitan dengan mensikapi dua atau beberapa amal yang mesti dilakukan agar sikapnya tepat (adil): memberikan hak kepada yang berhak
HANIF
Adanya fitrah inilah yang membuat manusia memiliki kecenderungan kepada kebaikan atau yang disebut HANIF
Maka kecenderungan baik (hanif) mesti dipertahankan à 30:30 perintah untuk perhatian terhadap DIEN YANG LURUS, yang akan membawa fitrah tetap pada jalan yang lurus
Ingat! Bahan baku yang telah diberikan Allah itu baik, tapi jika tidak dipelihara akan rusak
Bekerja
Agar mendapatkan makanan à mesti bekerja: pekerjaan yang baik, bukan mencuri, menipu, dll
Makanan halal tapi didapat dengan uang yang haram akan masuk ke dalam tubuh sehingga tubuh ada unsur haramnya
اَلْغِذَاءُ اَلْعَقْلِيُّ (Makanan Akal)
Makanan akal adalah ILMU
Kurang ilmu à akalnya lemah, “kurus” (bodoh)
Seperti makanan jasad, ilmu pun mesti yang baik sehingga bermanfaat
Ilmu yang buruk: ilmu sihir, ilmu mencuri, dll
Ayat-ayat yang Pertama Turun: ILMU
Ada tiga surat yang pertama turun
1. Al-’Alaq: 1-5 à perintah membaca (iqra’)
2. Al-Qalam à ayat 1 Demi PENA dan apa yang DITULIS
3. Al-Muzammil:1-19 à perintah membaca al-Qur’an dengan perlahan (tartil)
Pada masa kejayaan Islam, ilmu pengetahuan berkembang dengan pesat

HIKMAH
Jika ilmu itu berkembang dengan baik, maka akan muncul hikmah (sikap bijak)
2:269 hikmah = kebaikan yang banyak
Hikmah adalah memahami al-Qur’an
Hikmah adalah kesesuaian ucapan dan perbuatan (الإصابة في القول والفعل)
Hikmah adalah mengenal agama, memahaminya, dan mengikutinya
Hikmah adalah pemahaman
Hikmah adalah rasa takut (al-khasyyah) kepada Allah, karena pangkal segala sesuatu adalah takut kepada Allah
اَلْغِذَاءُ اَلرُّوْحِيُّ (Makanan Ruh)
Makanan ruh adalah dzikrullah (ingat kepada Allah)
Inilah makanan yang kurang mendapatkan perhatian manusia pada umumnya
“Lapar”-nya tidak terasa, padahal fenomenanya sudah muncul: gelisah, tidak dapat tidur
Padahal ruh itu PENGENDALI diri kita
Dzikrullah
33:41 dzikir yang banyak (ciri mu’min)
4:142 dzikir yang sangat sedikit (ciri munafik)
“Aku terserah kepada persangkaan hamba-Ku terhadap Ku, jika ia menginat-Ku (baca: berdzikir) dalam diri-Nya, aku akan menyebutnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku didalam sebuah jamaah, aku akan menyebutnya di dalam jamaah yang lebih baik dari mereka.” (Hadits Qudsi, Muttafaqun ‘Alaihi dari hadits Abu Hurairah)
Adab Berdzikir
1. Khusyu’, menghadirkan hati dan pikiran akan makna-makna lafal yang terucap, berusaha terwarnai olehnya, serta berusaha menetapi maksud dan tujuannya.
2. Merendahkan suara sebisa mungkin, dengan konsentrasi yang penuh dan iradah yang sempurna, sehingga tidak mengganggu yang lain (Al-A’raf: 205)
3. Sesuai dengan jamaah (irama dan suaranya), jika kebetulan dzikirnya itu bersama jamaah. Usahakan agar tidak mendahului, terlambat, atau mengungguli bacaan mereka
4. Bersih pakaian dan tempat, memperhatikan tepat-tempat yang terhormat dan waktu-waktu yang sesuai
5. Mengakhiri dengan penuh khusu’ dan adab, menjauhi kesalahan dan main-main, yang hal itu bisa menghilangkan faedah dan pengaruh dzikir.

Macam-macam Dzikir
1. Al-Wazhifah
2. Wirid Qur’an
3. Doa-doa siang dan malam
4. Doa-doa yang ma’tsur dalam berbagai kesempatan
5. Wirid Ikhwan: wirid doa dan wirid rabithah

PERTEMUAN XII

PERTEMUAN XII

حَاجَةُ اْلإِنْسَانِ إِلَى الرَّسُوْلِ Kebutuhan Manusia terhadap Rasul
Manusia Pertama
Ketika Allah SWT menurunkan Adam AS beserta istrinya ke bumi, maka kemudian memiliki anak
Setiap kali mengandung, Hawa melahirkan satu pasang anak kembar: laki-laki dan perempuan
Syari’at yang diterapkan: perkawinan silang dan tidak boleh menikah dengan kembarannya

Perkembangan Manusia
Manusia kemudian berkembang dan menyebar ke berbagai tempat
Mereka bersuku-suku dan berkabilah-kabilah
Mereka hidup tanpa petunjuk, sehingga menyimpang dari kebenaran
Allah SWT mengutus RasulNya untuk mengembalikan mereka ke jalan kebenaran
Rasul yang diutus biasanya berasal dari kaum mereka sendiri

Mengakui Eksistensi Pencipta (وُجُوْدُ الْخَالِق)
Fitrah yang ditanam oleh Allah tidak akan pernah hilang, yang terjadi adalah tertutupi dengan kotoran-kotoran lain
Oleh karena itu, manusia pasti mengakui bahwa di balik alam semesta yang megah dan teratur ini, ada Penciptanya
Hanya saja, karena tidak ada PETUNJUK yang benar, manusia berbeda-beda (salah) dalam menyebut dan mensifatinya
Bangsa Arab
Bangsa Arab berasal dari keturunan Ismail AS
Mereka pertama kali mendapat bimbingan dari Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS
Sepeninggal Ismail AS tidak ada lagi Rasul yang diutus kepadanya sehingga terjadi banyak penyimpangan
Mereka mengakui dengan pasti akan keberadaan Allah sebagai Pencipta dan Pengatur alam, tetapi mereka mensekutukannya dengan lainnya (29:61, 63)

Ashabiyah (Fanatisme Bangsa)
Sejarah mencatat berbagai bentuk fanatisme suku atau bangsa
Banga Arya merasa dirinya bangsa suci, tinggi
Begitu pula bangsa Yahudi, bangsa kulit putih, bangsa Arab di masa sekarang
Paham nasionalisme yang semula baik, kemudian berkembang menjadi chauvinisme (nasionalisme sempit dan berlebihan)
Antar-suku Arab Quraisy sering terjadi perang karena masalah yang sepele
Arab Madinah dibantu oleh Yahudi terlibat Perang Bu’ats selama 40 tahun sebelum Islam masuk
Petunjuk Rasul (هِدَايَةُ الرَّسُوْلِ)
Untuk mengatasi dan menyelesaikan berbagai kekacauan itu, maka Allah mengirim para rasul untuk memberikan petunjuk kepada umat manusia
42:52-53 وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ (Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus)
Petunjuk itu berupa WAHYU yang Allah turunkan kepada para nabi dan rasul, di antaranya berupa shuhuf (87:18-19) dan kitab-kitab (2:2)

Pedoman Hidup (مِنْهَاجُ الْحَيَاةِ)
Para rasul juga memberi petunjuk tentang aturan-aturan yang seharusnya menjadi pedoman hidup mereka, bukan aturan-aturan yang dibuat mereka
Pedomana hidup itu seharusnya mampu mengarahkan manusia pada jalan yang lurus (shiratul mustaqim) bukan jalan yang menyimpang dan sesat
Pedoman hidup itu adalah ISLAM (6:153) inilah yang mesti diikuti dan jangan mengikuti pedoman yang lain karena akan menyimpangkan dari jalur yang benar
Contoh Pelaksanaan
Para rasul tidak sekedar menjelaskan pedoman hidup secara teoritis saja, tetapi mereka menerapkan secara langsung dalam kehidupan mereka
Mereka adalah contoh hidup (نَمُوْذَجُ حَيٍّ) dari pelaksanaan pedoman hidup itu
60:4 kita disuruh mencontoh kepada Nabi Ibrahim dan orang-orang yang mengikutinya, termasuk Rasulullah SAW
33:21 Rasulullah SAW adalah teladan yang baik
Dikatakan bahwa Rasulullah adalah Al-Qur’an yang berjalan karena akhlaknya adalah al-Qur’an (كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ) HR. Ahmad

Beribadah dengan Benar
(اَلْعِبَادَةُ اَلصَّحِيْحَةُ)
Berkat petunjuk Rasul, manusia mengenal Allah SWT dengan benar dan mengikuti pedoman hidup yang sejati
Dengan begitu, manusia akhirnya dapat beribadah kepada Allah SWT dengan ibadah yang benar
21:25 à sembahlah AKU saja
98:5 beribadah dengan memurnikan ketaatan





PERTEMUAN XI

PERTEMUAN XI


نَتَائِجُ اِتِّبَاعُ الرَّسُوْلِ r Hasil-hasil Mengikuti Rasul SAW
Mengikuti Rasul (اَلاِتِّبَاعُ)
Bila kita meyakini Rasul SAW (iman) maka mestilah mengikuti Rasul SAW
Percaya tapi tidak mau ikut à masih ragu-ragu
Kalau kadang ikut, kadang bolos?
Berarti masih ada keraguan di hatinya, belum percaya penuh
3:31 cinta Allah dibuktikan dengan ikut Rasulullah
2:102 orang yang sesat ikut setan

Dua Kebaikan
Setiap kali Allah dan RasulNya menyuruh kita berbuat sesuatu à ada kebaikan bagi kita
Dan selalu kebaikan yang diberikan oleh Allah berlipat-lipat dari amal yang kita kerjakan
Ketika Allah memerintahkan kita untuk ITTIBA’ kepada Rasulullah à Allah akan memberikan dua kebaikan di dunia dan akhirat
KEBAIKAN DI DUNIA
Cinta dari Allah (مَحَبَّةُ اللهِ)
Rahmat dari Allah (رَحْمَةُ اللهِ)
Hidayah dari Allah (هِدَايَةُ اللهِ)
Kemuliaan (اَلْعِزَّةُ)
Kemenangan (اَلْغَلَبَةُ)

Jika Allah Mencintai HambaNya
Dan jika Allah sudah mencintai seorang hamba (فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ), maka:
1. كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ jadilah Aku sebagai pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar
2. وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ sebagai penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat
3. وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا sebagai tangannya yang ia gunakan untuk berbuat
4. وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا sebagai kakinya yang ia gunakan untuk berjalan
5. وَإِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ  jika ia meminta (sesuatu) kepadaKu pasti Aku akan memberinya
6. وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُ jika ia memohon perlindungan dariKu pasti Aku akan melindunginya (HR Bukhari)

Hidayah dari Allah (هِدَايَةُ اللهِ)
42:52-53 Rasul memberi petunjuk ke jalan yang lurus
Siapa ikut Rasul tidak akan tersesat karena beliau SAW telah melaluinya dari A sampai Z dan selamat
تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ
Telah kutinggalkan kepada kalian dua perkara yang tidak akan kalian tersesat selama berpegang teguh dengan keduanya: Kitab Allah dan Sunnah nabiNya (HR. Malik, Muslim)
Tidak ittiba’ = tersesat!

Mendapatkan Syafaat (اَلشَّفَاعَةُ)
Abu Hurairah ra menceritakan, "Kita  semua berada bersama Rasulullah s.a.w., lalu dihidangkanlah untuk beliau s.a.w. sebuah hasta dan ini memang sangat menyukakannya. Beliau s.a.w. menggigitnya sekali gigitan kemudian bersabda: "Saya adalah penghulu sekalian manusia besok pada hari kiamat, apakah engkau semua mengerti, apakah sebabnya demikian itu?" Allah akan mengumpulkan seluruh manusia yang dahulu-dahulu dan yang belakangan di suatu tanah, kemudian dilihat oleh  orang yang melihat dan dapat memperdengarkan kepada orang-orang itu orang yang mengundang. Matahari dekat sekali dengan mereka itu. Sekalian manusia mendapatkan kesusahan dan kesengsaraan, sehingga dirasakannya tidak kuat lagi menahannya dan tidak tahan lagi terhadap penderitaan itu. Para manusia itu lalu berkata: "Adakah engkau semua tidak mengetahui, hingga bagaimanakah keadaan yang  sama-sama engkau semua alami ini? Apakah engkau semua tidak memikirkan kepada siapakah yang kiranya dapat memberikan syafaat untukmu semua kepada Tuhanmu?"

Mendampingi Rasulullah
(مُجَاوَرَةُ الرَّسُوْلِ)
Aisya ra berkata, “Seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau benar-benar lebih aku cintai dari diriku, lebih aku cintai dari pada anakku, dan sungguh saat aku berada di rumah lalu mengingatmu maka aku tidak sabar hingga melihatmu, dan apabila mengingat matiku dan matimu, aku tahu sungguh engkau apabila masuk sorga engkau ditinggikan bersama para nabi, sedang aku bila masuk sorga aku takut tidak melihatmu lagi.’ Nabi SAW tidak menjawab apa-apa, hingga Jibril menurunkan ayat 69 surat an-Nisa.”
Seorang pemuda datang kepada Nabi SAW dan berkata, “Wahai Nabi Allah, sesungguhnya kami dan engkau bisa melihat di dunia ini, sedang di hari kiamat kami tidak bisa melihatmu karena sesungguhnya di sorga pada tingkat yang tinggi,” maka turunlah 4:69

Keberuntungan (اَلْفَلاَحُ)
Siapa yang ittiba’ dengan Rasulullah SAW maka akan mendapatkan keberuntungan di akhirat
23:1-11 ketetapan dari Allah bahwa orang-orang mu’min pasti beruntung, yakni mereka mengikuti semua ajaran Islam
Mereka itulah yang mewarisi: SORGA FIRDAUS
Mereka kekal di dalamnya

PERTEMUAN X

PERTEMUAN X

وَظِيْفَةُ الرَّسُوْلِ Tugas Rasul
Tugas Rasulullah SAW
Tugas Rasulullah SAW secara global ada dua, yaitu
1. Mengemban misi dakwah
2. Menegakkan agama Allah
Kedua tugas itu beliau tunaikan dengan sebaik-baiknya, meskipun berbagai halangan dan rintangan selalu menghadangnya
Selama sekitar 23 tahun hidup beliau adalah hidup on-mission, bukan hidup santai
MENGEMBANG MISI DAKWAH (حَمْلُ رِسَالَةِ الدَّعْوَةِ)
Ini merupakan tugas umum beliau SAW sebagai Rasul
5:67 perintah untuk menyampaikan risalah
Allah SWT menjamin perlindungan saat mengemban misi ini
33:39 para rasul yang sebelumnya juga menyampaikan risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada merasa takut kepada seorang (pun) selain kepada Allah

4 Misi Dakwah
Ada 4 misi dakwah yang diemban oleh Rasul SAW
1. Mengenalkan Pencipta
2. Mengajarkan tatacara ibadah
3. Menjelaskan pedoman hidup
4. Mentarbiyah umat

Mengenalkan PENCIPTA (مَعْرِفَةُ الْخَالِقِ)
Ayat yang pertama kali turun (96:1) berisi tentang RABBMU YANG MENCIPTAKAN (رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ)
Ciptaan pertama yang dikenalkan adalah MANUSIA itu sendiri, yang Allah ciptakan dari segumpal darah (عَلَقٍ) atau ZIGOT
Berbagai fakta-fakta penciptaan dijelaskan oleh Rasulullah SAW untuk mengukuhkan keberadaan AL-KHALIQ, Allah SWT (6:102)
Ibadah Mahdhah atau Khusus
Ibadah mahdhah biasanya perintahnya global, sehingga perlu penjelasan
SHALAT: صَلَّوْا كَمَا صَلَّيْنَا (shalatlah seperti kami shalat – HR. Bukhari); صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِى أُصَلِّى (shalatlah sebagaimana kamu melihat aku shalat – HR. Baihaqi)
ZAKAT: mal, pertanian dan fitrah
PUASA: صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ (berpuasalah karena melihat bulan dan berbukalah karena melihat bulan – HR. Bukhari)
HAJI: خُذُوا عَنِّى مَنَاسِكَكُمْ (ambillah dariku manasik hajimu – HR. Baihaqi)


Halaqah Rasulullah SAW
Sejak di Mekkah Rasulullah SAW sudah menyelenggarakan halaqah tarbawiyah
Halaqah = duduk melingkar untuk mendengarkan nasihat atau aktivitas lainnya
Halaqah di rumah Arqam adalah yang paling terkenal, jumlah pesertanya sekitar 40 orang
Sampai di Madinah, aktivitas halaqah ini masih dipertahankan
Perhatikan dua hadits berikut yang menceritakan tentang halaqah
MENEGAKKAN AGAMA ALLAH (إِقَامَةُ دِيْنِ اللهِ)
Tugas kedua Rasul SAW adalah menegakkan agama Allah SWT agar dimenangkan di atas agama-agama yang lain (9:33, 48:28, 61:9) dan agama itu hanya milik Allah semata (8:39)
42:13-15  أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَà فَلِذَلِكَ فَادْعُ
Dakwah Rasul adalah untuk menegakkan agama ini
Agama ini tidak akan tegak kecuali ada “penjaga”-nya, yakni NEGARA à tidak akan ada kecuali adanya masyarakat Islami à keluarga yang Islami à pribadi yang Islami
4 Langkah
Untuk menegakkan agama Allah, Rasulullah SAW melakukan 4 langkah:
1. Menegakkan khilafah
2. Membina kader
3. Adanya konsep dakwah
4. Penerapan konsep dakwah

Aplikasi Konsep (تَطْبِيْقُ الْمِنْهَاجِ)
Konsep yang ada dalam Al-Qur’an diterapkan oleh Rasulullah dalam dakwah
Dakwah bukan sekedar teori, tapi aplikasi à menjadi bukti
Konsep ukhuwwah à mempersaudarakan Anshar dan Muhajirin (59:8-10)
Konsep sosial (49:13): manusia terbaik adalah yang paling bertakwa à bekas budak menjadi panglima perang (Zaid bin Haritsh dalam Perang Yarmuk) atau anaknya bekas budak: Usamah menjadi panglima perang membawahi sahabat senior lainnya



PERTEMUAN IX

PERTEMUAN IX

صِفَاتُ الرَّسُوْل Sifat-sifat Rasul
Sifat-sifat Rasul SAW
Karena Rasul adalah manusia istimewa yang dipilih oleh Allah sebagai utusanNya, maka tentu Rasul memiliki sifat-sifat yang unggul
Ini untuk mendukung keberhasilan penyampaian risalah, penunaian amanah, dan memimpin umat
Ini menjadi daya tarik bagi Rasul, sehingga manusia mau berhimpun di sekitarnya, bergerak bersamanya, dan dapat menggantikannya
SIFAT MANUSIAWI (اَلْبَشَرِيَّةُ)
Rasul yang diutus untuk manusia adalah manusia juga, bukan malaikat (18:110)
Oleh karena itu, Rasulullah SAW juga memperlakukan para sahabat secara manusiawi, bahkan kepada binatang dan tumbuhan pun memperlakukannya dengan sangat baik
Beberapa sisi manusiawinya Rasul:
Terhadap Sahabat-Sahabatnya
Terhadap Istri-istrinya
Terhadap Putra-putrinya
Terhadap Musuhnya
Terhadap hewan
Terhadap Sahabat-Sahabatnya
Muhammad saw. sangat mencintai sahabat-sahabatnya, menunjukkan kasih sayang kepada mereka, memanggil mereka dengan panggilan yang sangat mereka sukai, sigap memberi pelayanan kepada mereka, bahkan berusaha menjadikan sahabatnya bisa rehat.
Diriwayatkan dari Anas bin Malik berkata, “Rasulullah saw. memberi minum kepada para sahabatnya. Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah saw. hendaknya Engkau meminum terlebih dahulu? Rasulullah saw. Menjawab: “Pemberi minum suatu kaum, ia paling akhir meminum.”
Suatu ketika ada seseorang masuk menemui Muhammad saw., tiba-tiba ia merasa merinding di hadapan keagungan Muhammad saw. Maka beliau berkata, “Tenangkan dirimu, saya bukanlah seperti raja. Saya adalah putra dari seorang perempuan Quraisy yang juga memakan Qadid.”

TERPELIHARA DARI KESALAHAN (اَلْعِصْمَةُ)
Biasanya disebut dengan MA’SHUM
Bukan berarti tidak pernah salah, tetapi kalau salah langsung diluruskan (ditegur) oleh Allah SWT
5:67 وَاللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ à turun setelah dua tahun di Madinah. Pada awal berada di Madinah teror musyrikin Makkah memang dirasakan sekali oleh beliau, sehingga setiap malam ada yang menjaga beliau. Saat ayat ini turun, maka sahabat yang menjaga malam itu disuruh pulang karena sudah ada jaminan keselamatan dari Allah
80:1 teguran tentang “cara dakwah Rasul” yang lebih mementingkan ketokohan, bukan pada orang yang siap meneriman perubahan (قَابِلُ التَّغْيِيْرِ)
66:1 à lihat catatan kaki Qur’an terjemah Depag RI

Isra dan Mi’raj
Ketika Rasul SAW mengabarkan peristiwa ini semakin menjadi-jadi pendustaan oleh orang-orang kafir
Mereka meminta agar beliau menyebutkan ciri-ciri Baitul Maqdis
Allah menampakkannya sehingga beliau dapat melihatnya secara langsung dan mengabarkannya, mereka tidak membantahnya
Beliau mengabarkan tentang kafilah dagang mereka tatkala kepergian dan kepulangannya, tentang seekor unta yang terlepas (setelah kafilah sampai di Makkah, apa yang diceritakan beliau cocok dengan keadaan sebenarnya)
AMANAH (اَلأَمَانَةُ)
Heraklius menanggapi jawaban Abu Sufyan ketika ditanya tentang apa yang diperintahkan kepada mereka, maka jawabannya bahwa sesungguhnya dia memerintahkan kalian
Mendirikan shalat
Jujur
Memelihara diri (al-’afaf)
Memenuhi janji, dan
Menunaikan amanah
BEGITULAH SIFAT NABI (HR. Bukhari)
Pesan Nabi tentang Amanah
Beliau SAW adalah manusia yang paling amanah, sehingga selalu memberikan penekanan terhadap masalah ini
إِنَّ مِنْ أَعْظَمِ الْأَمَانَةِ عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الرَّجُلَ يُفْضِي إِلَى امْرَأَتِهِ وَتُفْضِي إِلَيْهِ ثُمَّ يَنْشُرُ سِرَّهَا
Sesungguhnya di antara sebesar-besar amanah di sisi Allah adalah seorang suami mendatangi istrinya atau didatangi istrinya kemudian menyebarkan rahasianya. (HR. Muslim)

MENYAMPAIKAN (اَلتَّبْلِيْغُ)
Apapun yang datang dari Allah, meskipun berkenaan dengan teguran Allah kepada diri beliau, beliau sampaikan kepada umatnya
Surat ‘Abasa adalah teguran Allah terhadap sikap beliau kepada Abdullah bin Ummi Maktum
Surat At-Tahrim menegur beliau karena mengharamkan apa Allah halalkan demi menyenangkan salah seorang istri beliau
33:37-39 menceritakan beratnya Rasul untuk segera melaksanakan perintah Allah berupa menyuruh Zaid menceraikan istrinya lalu segera dinikahi oleh beliau untuk menghapus adat Arab yang tidak membolehkan menikahi bekas istri anak angkatnya

Mengajarkan ILMU
Karena begitu inginnya Nabi SAW agar umatnya selalu mendapatkan hidayah, maka tidak ada ilmu yang terlewatkan untuk diberikan kepada umatnya
Beliau SAW sendiri diperintahkan oleh Allah agar berdoa minta ditambahkan ilmu
وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا
dan katakanlah: "Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.“ (20:114)

Akhlak yang Agung
(عَلَى خُلُقٍ عَظِيْمٍ)
Ketujuh sifat tersebut membuktikan bahwa Muhammad SAW memiliki akhlak yang agung
Ini bukan pengakuan beliau, tetapi pengakuan Allah SWT (68:4)
Meskipun begitu, beliau selalu tawadhu’ ketika menyebutkan para nabi yang lain:
Beliau menyebut Nabi Yusuf AS dengan nabi bin nabi bin nabi
Ketika menanggapi Nabi Luth AS, “Jangan kalian merasa lebih baik dari Luth AS.”
Aku dibanding nabi-nabi sebelumnya seperti orang yang membangun rumah yang indah, tapi ada satu batu bata yang bolong; akulah batu bata itu
Akhlaknya Al-Qur’an
(أَخْلاَقُ الْقُرْآنِ)
Akhlak yang agung itu adalah akhlak al-Qur’an
Semua perkataan dan perbuatan beliau SAW adalah apa yang ada dalam al-Qur’an
Siti Aisyah ra ketika ditanya akhlak beliau, menjawab, كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ (akhlaknya adalah Al-Qur’an)
Ketika membina umat, maka muncullah GENERASI QUR’ANI YANG UNIK (جِيْلُ الْقُرْآنِ الْفَرِيْدِ)
Teladan yang Baik
(أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ)
Wajar kalau kemudian beliau SAW ditetapkan oleh Allah SWT sebagai teladan yang baik
Idolanya bukan artis, pemain bola, atau lainnya
Idolanya adalah Rasulullah SAW
Semboyannya adalah “Rasul sebagai teladan kami” (اَلرَّسُوْلُ قُدْوَتُنَا)
Mulailah dari yang kecil, misalnya makan dengan tangan kanan, atau apapun yang baik selalu dimulai dengan yang kanan
Sampai mengikuti jejak jihad beliau SAW


PERTEMUAN VIII

PERTEMUAN VIII


Ma’rifatur Rasul (mengenal Rasul)

Allah SWT berfirman:
Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang Rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al kitab dan Al hikmah. dan Sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata. (Ali Imran:164)
Siapakah itu Rasul?
Rasul adalah lelaki yang dipilih dan diutus Allah dengan risalah Islam kepada manusia. (Al-Kahfi:110, Al-An’am:9)
Rasul adalah manusia pilihan yang kehidupannya semenjak kecil termasuk ibu bapaknya sudah dipersiapkan untuk menghasilkan ciri-ciri kerasulannya yang terpilih dan mulia. (Al-Ahzab:40)
Peran dan fungsi Rasul
Pembawa Risalah; membawa risalah Islam yang berpedoman pada Al-Qur’an. (Al-Maidah:67, Al-Ahzab:39)
Sebagai model (teladan); menjadi uswah hasanah dalam berbagai kehidupannya, baik perkataan, perbuatan, sifat dan karakternya. (Al-Ahzab:21)
Kedudukan Rasulullah saw
1. Abdun min Ibadillah.
Seorang manusia biasa
Seorang yang memiliki keturunan
Seorang yang memiliki anggota tubuh
2. Pembawa risalah
3. Salah seorang utusan Allah
Menyampaikan risalah
Menunaikan amanah
Pemimpin umat
Pentingnya mengikuti Nabi saw
1. Mahabbatullah (cinta dari Allah),
2. Rahmatullah (kasih sayang-Nya),
3. Hidayatullah (petunjuk dari-Nya),
4. Mushahabatul akhyar fil jannah (bersama orang-orang pilihan di surga),
5. Asy-syafa’ah (mendapatkan syafaat dari Rasulullah saw),
6. Nadharatul wajhi (muka yang bersinar dan berseri di surga),
7. Mujawaratu ar-rasul (menjadi tetangga Rasulullah saw di surga),
8. Izzatun-nafsi (meperoleh kemuliaan jiwa di dunia dan akhirat),
9. Al-falah (kemenangan & keberuntungan).
Semua itu jelas merupakan as-sa’adah (kebahagiaan) hakiki di dunia maupun di akhirat.
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَدِدْتُ أَنِّي لَقِيتُ إِخْوَانِي قَالَ فَقَالَ أَصْحَابُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوَلَيْسَ نَحْنُ إِخْوَانَكَ قَالَ أَنْتُمْ أَصْحَابِي وَلَكِنْ إِخْوَانِي الَّذِينَ آمَنُوا بِي وَلَمْ يَرَوْنِي
Dari Anas bin Malik berkata: Rasulullah saw bersabda: Aku rindu ingin bertemu dengan (ikhwani) saudara-saudaraku


PERTEMUAN VII


PERTEMUAN VII


عِلْمُ اللهِ ILMU ALLAH
Ilmu Allah
Ilmu Allah sangat luas dibanding ilmu makhlukNya
Manusia tidak sanggup untuk menuliskannya, meskipun dengan tinta dari 7 lautan dan pena dari semua pepohonan yang ada tak kan cukup (18:109, 31:27)
Sedangkan ilmu makhlukNya sangat terbatas 2:32, 17:85
Oleh karena itu, Allah adalah sumber segala ilmu


1
الْخَالِقُ
Pencipta


Pencipta
Allah adalah Pencipta segala sesuatu (6:102)
خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ
Menciptakan yang
Telah tiada
Sekarang ada
Akan ada
Allah tidak pernah berhenti dalam mencipta à tertolaklah anggapan bahwa Allah menciptakan alam ini dalam 6 hari (Ahad – Jum’at) dan beristirahat pada hari Sabtu
Kalau berhenti mencipta, hancurlah alam semesta ini

2
الْعَلِيْمُ
Pemberi Rizki
الله
Paling Tahu
Karena Pencipta, maka Allah paling tahu segala sesuatu (2:29)
هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَوَاتٍ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Allah Maha Mengetahui 59:22
Yang abstrak (ghoib)
Yang nyata (syahadah)
Sedikit mendetailkan pengetahuan Allah yang ditulis di Lauh Mahfuzh 6:59
apa yang di daratan dan di lautan
tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula)
tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan
tidak sesuatu yang basah atau yang kering

3
اَلْخَاصَّةُ
KHUSUS
Jalur ILMU
Dua Jalur
Berkat rahmatNya, Allah membagi sedikit ilmuNya kepada makhlukNya, termasuk manusia
Pemberian ilmu ini menggunakan dua jalur (jalan)
1. Jalur khusus à cepat
2. Jalur umum à lambat
Jalur khusus ini disebut juga jalur resmi (اَلطَّرِيْقَةُ الرَّسْمِيَّةُ)
Jalur umum disebut jalur tidak resmi (اَلطَّرِيْقَةُ غَيْرُالرَّسْمِيَّةُ)

Kepada Nabi/Rasul
Sedangkan WAHYU secara istilah, itulah yang diberikan kepada RASUL
42:51 cara-cara wahyu turun:
Allah berkata-kata langsung (khusus kepada Nabi Musa dan Nabi Muhammad ketika Mi’raj)
Melalui tabir
Melalui malaikat
Cara lainnya adalah melalui mimpi (37:102, 48:27) atau suara lonceng yang memekakkan telinga
Jadi sampainya kepada manusia melalui UTUSAN (اَلرَّسُوْلُ) yang ditunjuk oleh Allah SWT

4
اَلْعَامَّةُ
UMUM
Jalur ILMU
Jalur Umum
Ilmu Allah diberikan juga melalui jalur umum atau jalur tidak resmi, yakni berupa ilham
Ilmu ini tidak melalui perantara para Rasul Allah atau Nabi Allah, tetapi ditanamkan langsung oleh Allah
Tentu dibawa oleh malaikat Jibril kepada yang bersangkutan
Jadi sampainya ilmu kepada manusia secara umum itu bersifat LANGSUNG (مُبَاشَرَةٌ)
55:4 kecerdesan berpikir; mampu mengerti dengan terang dan sanggup pula memberikan pengertian kepada orang lain dengan terang pula
Perbedaan Kecerdasan Manusia
Perhatikanlah bagaimana kecerdasan manusia itu berbeda-beda, meskipun satu ibu-bapak
Siapa yang memberikan kecerdasan lebih pada orang tertentu dan kurang pada orang yang lainnya pada suatu bidang?
Bukan karena orang tua atau guru atau sekolah
Tapi Allah yang memberikannya
Semua manusia pada hakikatnya cerdas, hanya saja berbeda-beda bidang kecerdasannya
Bahkan binatang pun diberikan kecerdasan: berang-berang yang mampu membuat bendungan yang manusia pun baru mampu membangunnya pada abad ke-20

5
اَلأيَةُ الْقَوْلِيَّةُ
Ayat-ayat Qauliyah
WAHYU
اَلأيَةُ الْقَوْلِيَّةُ Ayat-ayat Qauliyah
Wahyu yang berikan kepada Rasul disebut pula AYAT-AYAT QAULIYAH (Firman Allah), AQ
Ayat-ayat qauliyah ini ada yang dalam bentuk lembaran-lembaran (shuhuf) dan ada pula yang berupa kitab
87:18-19 surat al-A’la secara keseluruhan (ada juga yang mengatakan ayat 14-17 saja) terdapat dalam shuhuf Ibrahim dan Musa
Sedangkan yang berupa kitab: Taurat, Zabur, Injil, dan Al-Qur’an
Al-Qur’an sendiri selalu disebut dalam kitab-kitab sebelumnya (26:196)

اَلأيَةُ الْكَوْنِيَّةُ Ayat-ayat Kauniyah
Sedangkan ilham yang diberikan kepada manusia berupa ayat-ayat kauniyah (AK), tentang fenomena alam atau sunnatullah di alam semesta 3:190-191, 41:53
Melalui tiga potensi yang telah diberikan oleh Allah kepada manusia (pendengaran, penglihatan dan hati), manusia mampu memahami apa yang terjadi di alam à merumuskannya dalam suatu ilmu pengetahuan à diaplikasikan menjadi teknologi yang berguna
Allah terus memberikan ilham sehingga penemuan demi penemuan terus berlangsung
Alam terlalu luas untuk dikaji oleh manusia, sehingga kesempatan untuk menemukan hal-hal baru selalu terbuka lebar
اَلأيَةُ الْكَوْنِيَّةُ Ayat-ayat Kauniyah
Sedangkan ilham yang diberikan kepada manusia berupa ayat-ayat kauniyah (AK), tentang fenomena alam atau sunnatullah di alam semesta 3:190-191, 41:53
Melalui tiga potensi yang telah diberikan oleh Allah kepada manusia (pendengaran, penglihatan dan hati), manusia mampu memahami apa yang terjadi di alam à merumuskannya dalam suatu ilmu pengetahuan à diaplikasikan menjadi teknologi yang berguna
Allah terus memberikan ilham sehingga penemuan demi penemuan terus berlangsung
Alam terlalu luas untuk dikaji oleh manusia, sehingga kesempatan untuk menemukan hal-hal baru selalu terbuka lebar

7
اَلْحَقِيْقَةُ الْمُطْلَقَةُ Kebenaran Mutlak
AQ
اَلْحَقِيْقَةُ الْمُطْلَقَةُ Kebenaran Mutlak
Apa yang tertulis di dalam Al-Qur’an memiliki tingkat kebenaran yang mutlak
2:1 Al-Qur’an ini tidak ada keraguan di dalamnya
15:9 Allah menjamin akan keaslian Al-Qur’an sampai hari kiamat
Bukti kebenaran Al-Qur’an adalah tidak ada kontradiksi antara satu ayat dan ayat yang lain (4:82)
Tidak ada yang mampu membuat yang serupa dengan al-Qur’an (17:88), atau serupa dengan 10 surat dalam al-Qur’an (11:13) atau salah satu suratnya saja (2:23)

8
اَلْحَقِيْقَةُ التَّجْرِبَةُ Kebenaran Empiris
AK

اَلْحَقِيْقَةُ التَّجْرِبَةُ Kebenaran Empiris
Sedangkan kebenaran yang dicapai oleh penggalian melalui ayat-ayat kauniyah adalah kebenaran yang bersifat empiris, sesuai dengan pengalaman atau eksperimen
Rumusan teori atau penemuan selalu berkembang
Selalu saja ada sisi-sisi tertentu yang belum digali oleh manusia, sehingga memunculkan penemuan baru
Penemuan demi penemuan menyempurnakan teori yang ada atau membatalkannya
Contoh perkembangan teori atom
John Dalton
J. J. Thompson
Rutherford
Bohr
Modern

9
مِنْهَاجُ الْحَيَاةِ
Pedoman Hidup
AQ

Pedoman Hidup (مِنْهَاجُ الْحَيَاةِ)
Karena AQ kebenarannya bersifat mutlak, maka AQ yang berhak menjadi PEDOMAN HIDUP manusia
3:19 agama yang diridhoi oleh Allah adalah Islam
3:85 siapa mencari agama selain Islam tidak akan diterima dan di akhirat akan merugi
Al-Qur’an bersama As-Sunnah telah merinci berbagai pedoman dalam berbagai sisi kehidupan manusia
Manusia dengan Allah
Manusia dengan sesamanya
Manusia dengan makhluk hidup lainnya
Manusia dengan alam semesta

10
وَسَائِلُ الْحَيَاةِ
Sarana Hidup
AK

Sarana Hidup (وَسَائِلُ الْحَيَاةِ)
Sedangkan berbagai ilmu pengetahuan yang telah dikembangkan manusia dari ayat-ayat kauniyah, dijadikan sebagai sarana hidup manusia
Hidup manusia makin mudah dengan berbagai pengembangan ilmu pengetahuan karena berbagai sarana hidup ditemukan
Dunia ini makin seperti desa yang besar
Apa yang terjadi di belahan dunia lain, akan segera diketahui bahkan langsung diketahui oleh belahan lainnya
Kecepatan dalam transportasi antar kota, negara, bahkan benua

Manusia yang Sempurna
Hanya dengan memposisikan secara benar antara AQ sebagai pedoman hidup dan AK sebagai sarana hidup manusia akan mencapai kesempurnaan
Saat memanfaatkan karunia Allah di alam semesta ini di samping sesuai dengan ilmu pengetahuan juga dilandasi moral Al-Qur’an
Hidup yang penuh berkah (7:96), hidup yang baik (16:97)
Di dunia baik dan di akhirat pun baik serta selamat dari siksa api neraka (2:201)

PERTEMUAN VI

PERTEMUAN VI

شُرُوْطُ قَبُوْلِ الشَّهَادَتَيْنِ Syarat-syarat Diterimanya Syahadatain
Kunci Sorga
Dalam atsar disebutkan
قِيلَ لِوَهْبِ بْنِ مُنَبِّهٍ أَلَيْسَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ مِفْتَاحُ الْجَنَّةِ قَالَ بَلَى
Ditanyakan kepada Wahab bin Munabbih, "Bukankah laa ilaaha illallah itu merupakan kunci surga?" Wahab menjawab, "Benar,”
SYARAT PERTAMA:
ILMU YANG MENIADAKAN KEBODOHAN(اَلْعِلْمُ اَلْمُنَافِيْ لِلْجَهْلِ)
Seseorang yang bersyahadat harus memiliki ilmu tentang syahadat yang diucapkannya
Orang yang bersyahadat tanpa mengetahui makna/kandungan syahadat tidak diterima
3:18 bahwa yang diakui syahadat (persaksian)-nya hanya tiga pihak: Allah, malaikat, dan orang-orang yang berilmu
شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ وَالْمَلائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
Mati dengan Ilmu لاإله إلا الله
مَنْ مَاتَ وَهُوَ يَعْلَمُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ
Barangsiapa mati sedangkan dia mengetahui (memiliki ilmu)
لاإله إلا الله
masuk sorga (HR. Muslim)
KEYAKINAN YANG MENGHILANGKAN KERAGUAN
Orang yang bersyahadat harus menghasilkan keyakinan pada dirinya, tanpa keraguan sedikit pun, tentang keesaan Allah dan kerasulan Nabi SAW
49:15 yang disebut mu’min yang sempurna HANYALAH (إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ) orang-orang yang
Beriman kepada Allah dan rasulNya
Kemudian mereka TIDAK RAGU-RAGU (ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا)
Berproses
Kata yang digunakan dalam ayat tersebut adalah “tsumma” (kemudian) à adanya proses
Makin berlalunya waktu, semakin yakin
Tidak bercampur keraguan dan kebimbangan
Keyakinan yang menenteramkan, kokoh, sempurna dan tidak menimbulkan kegelisahan
Dalam menjalani hidup, seorang yang beriman memang akan dihantam dengan berbagai kesulitan yang dapat menggoyahkan dan peristiwa yang menggundahkannya
Bukti: JIHAD
Jika kalbu telah merasakan lezatnya iman dan kegandrungan kepadanya serta telah mengakar, niscaya akan mendorong untuk mewujudkan kebenaran itu di luar kalbu
Kalau realitas di luar kalbu bertentangan dengan iman, maka ia akan berjihad dengan harta dan jiwanya
JIHAD ada dua komponen
Sungguh-sungguh (جِدِّيَّةٌ)
Terus-menerus (إِسْتِمَرَارِيَّةٌ)
KEIKHLASAN YANG MENGHILANGKAN KEMUSYRIKAN
Orang yang telah bersyahadat harus menjadi orang yang mukhlis
Murni, bersih, suci, dari berbagai kotoran (kemusyrikan), baik kemusyrikan yang kecil maupun yang besar
Sudah dijelaskan di materi “al-wala wal-bara” tentang kandungan laa ilaaha illallah, yang mengharuskan menghabisi ilah selain Allah, sampai ke akar-akarnya
KETULUSAN (KEBENARAN) YANG MENGHILANGKAN KEBOHONGAN
Ketulusan atau kejujuran atau kebenaran dan tidaknya syahadat seseorang itu dengan ujian
29:2-3 anggapan yang salah bahwa akan dibiarkan begitu saja mengatakan beriman tanpa diuji
2:214 anggapan yang salah bahwa masuk surga itu mudah tanpa harus melewati berbagai ujian
Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan)
Kegoncangan itu sampai Rasul dan pengikutnya meradang kepada Allah: Bila datangnya pertolongan?

CINTA YANG MENGHILANGKAN KEMARAHAN DAN KEBENCIAN
Orang yang bersyahadat harus menghasilkan cinta yang sempurna kepada Allah, Rasul dan jihad
2:165 وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ  (Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah)
9:24 cinta kepada Allah, Rasul dan jihad di atas segalanya (bapak, anak, istri, kaum keluarga, harta, perniagaan, dan rumah tempat tinggal)
PELAKSANAAN YANG MENGHILANGKANKEPASIFAN, MENINGGALKAN DAN KETIADAAN AMAL

Orang yang telah bersyahadat harus melaksanakan semua ketentuan Islam
24:51 diseru langsung ok
2:124 Nabi Ibrahim menunaikan SEMUA perintah Allah dengan SEMPURNA
2:131 أَسْلِمْ à أَسْلَمْتُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ


اَلرِّضَى Kerelaan
RIDHO (اَلرِّضَى)
Kalau cintanya sangat tinggi kepada Allah (2:165), tentu dia akan RIDHO kepada Allah
Apapun yang dikehendaki oleh yang dicintai tentu ia ridho menerimanya (76:30)
وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ
Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Allah.
Tiada seorang pun yang mampu memberi hidayah kepada dirinya dan tiada pula mampu memasukkan iman kedalam hatinya serta tiada yang mampu mendatangkan manfaat bagi dirinya kecuali bila dikehendaki Allah à kita harus menyesuaikan dengan kehendak Allah dan MENERIMAN APA YANG DIKEHENDAKI ALLAH = RIDHO
YANG DIKEHENDAKI ALLAH TERHADAP DIRI KITA(مَا أَرَادَهُ اللهُ بِنَا)
Misalnya Allah menghendaki diri kita besok mendapatkan ini dan itu à kita harus ridho menerimanya
Sesungguhnya, apa yang dikehendaki Allah terhadap diri kita sudah ditetapkan sejak umur kita 40 hari di dalam kandungan
ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيهِ الرُّوحَ وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أَمْ سَعِيدٌ
Kemudian Allah mengutus malaikat, lalu meniupkan ruh dan ditetapkan empat ketetapan: rizkinya, ajalnya, amalnya, dan sengsera atau bahagia (HR. Ahmad)
Realisasi ketetapan tentu mudah bagi Allah

تَحْقِيْقُ مَعْنَى الشَّهَادَتَيْنِ Realisasi Makna Syahadatain (1)
Realisasi Maknasy Syahadatain
Syahadat yang kita ucapkan bukan sekedar pernyataan, tapi sekaligus sumpah dan janji kita kepada Allah SWT
Syahadat adalah proklamasi keislaman kita
Syahadat adalah sumpah setia kita
Syahadat adalah janji setia kita
Ia perlu realisasi sebagai konsekuensi dari proklamasi, sumpah dan janji tersebut
Sehingga ia bukan pernyataan kosong, sumpah palsu dan janji-janji belaka
Hubungan Mu’min dan Allah
Setelah seseorang bersyahadat maka hubungan dirinya dengan Allah SWT menjadi kuat
Dirinya terikat dengan hubungan ini dengan ikatan yang sangat kuat yang tidak akan terputus (2:256)
فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لَا انْفِصَامَ لَهَا
maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus
Ada tiga hubungan yang harus dijaga:
Hubungan cinta
Hubungan perniagaan
Hubungan kerja
Harganya: SORGA dan RIDHO
Harga yang dibayarkan oleh Allah SWT adalah sorga dan ridhoNya
Ketika bai’atul ‘aqabah Abdullah bin Rawahah berkata kepada Rasul SAW, “Berilah persyaratan bagi Tuhanmu dan bagi dirimu sesuka hatimu.” Maka Rasulullah bersabda, “Aku memberikan syarat bagi Tuhanku, hendaklah kalian menyembahNya dan janganlah kalian mempersekutukan Dia dengan sesuatu pun. Dan aku memberikan syarat bagi diriku, hendaklah kalian membelaku sebagaimana kalian membela diri dan harta benda kalian sendiri.” Para sahabat bertanya, “Apakah yang kami peroleh jika kami mengerjakan hal tersebut?” Beliau menjawab, “Sorga.” Mereka menjawab, “Jual beli yang menguntungkan, kami tidak akan mundur dan tidak akan mengundurkan diri.” Lalu turunlah 9:111
Mengingkari yang Menunda-nunda Keberangkatan
Pada Perang Mu’tah Rasulullah SAW telah menetapkan bahwa komandan perang adalah Zaid bin Haritsah; jika ia gugur diganti oleh Ja’far bin Abi Thalib; jika ia gugur diganti oleh Abdullah bin Rawahah
Sebelum berangkat perang Ibnu Rawahah pergi shalat Jum’at bersama Rasulullah SAW, beliau bertanya, “Mengapa engkau belum berangkat?”
Ibnu Rawahah menjawab, “Karena aku ingin shalat Jum’at bersama engkau.”
Beliau bersabda, “Pergi di jalan kebaikan (jihad) pada pagi atau sore hari lebih baik daripada dunia dan seisinya.”
Jihad Total
Medan jihad sangat banyak, meskipun yang tertinggi adalah jihad di peperangan (jihad qital)
Jihad = sungguh-sungguh à mengeluarkan segala upaya, pikiran, tenaga, harta, dan waktu
Bidang-bidang jihad
Jihad nafs
Jihad tarbawi: jihad melalui pendidikan dan pengajaran
Jihad siyasi: jihad melalui politik untuk menegakkan keadilan dan kesejahteraan rakyat
Jihad qital atau jihadul-yad (tangan): jihad dengan pedang dan senjata
Jihadun-Nafs
Jihadun-nafs memiliki kedudukan yang tinggi di masa sekarang ini
Jihad ini memiliki tingkatan:
Berjihad untuk mempelajari petunjuk (Islam)
Berjihad untuk mengamalkan apa yang sudah dipelajari
Berjihad untuk berdakwah kepada petunjuk
Berjihad untuk sabar atas segala kesulitan dakwah

Semboyan Kita
Apabila kita sudah memahami konsep jihad ini dan melakukannya, maka berarti sudah memahami semboyan kita:
اَلْجِهَادُ سَبِيْلُنَا
JIHAD JALAN KITA
Landasan Jihad
Landasan dalam kita berjihad adalah SYAHADAT (اَلشَّهَادَةُ)
Karena tidak ada artinya jihad yang tidak ikhlas
Ingat hadits yang menyebutkan 3 orang yang pertama dihisab: mujahid, dermawan, dan qari’ (ahli Qur’an) à ketiganya masuk neraka karena jihad untuk disebut pahlawan, berderma supaya disebut dermawan, dan mengajarkan ilmu dan Qur’an agar disebut qari’-’alim
Ketika Rasulullah ditanya apa yang disebut fi sabilillah, maka beliau menolak jihad karena ashabiyah (fanatisme) atau karena ingin disebut pemberani, lalu bersabda, “Siapa yang berperang untuk meninggikan kalimat Allah, itulah sabilillah.”
Sifat-sifat Mu’min
Mu’min yang telah melakukan perdagangan dengan Allah memiliki sifat-sifat yang disebutkan dalam 9:112
Sifat-sifat itu dalam bentuk isim fa’il yang menunjukkan bahwa sifat itu melekat dengan dzatnya (الصفة مُلْتَصِقَةُ بِالذَّاتِ)
Ada 7 sifat:
1. التَّائِبُونَ  (yang bertobat)
2. الْعَابِدُونَ  (yang beribadah)
3. الْحَامِدُونَ  (yang memuji Allah)
4. السَّائِحُونَ  (yang melawat)
5. الرَّاكِعُونَ السَّاجِدُونَ  (yang rukuk, yang sujud)
6. الْآَمِرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّاهُونَ عَنِ الْمُنْكَرِ  (yang menyuruh berbuat makruf dan mencegah berbuat mungkar)
7. وَالْحَافِظُونَ لِحُدُودِ اللَّهِ (yang memelihara hukum-hukum Allah)
التَّائِبُونَ  (Yang Bertobat)
Orang yang kembali kepada Allah sambil meminta ampunan atas dosa mereka
Tobat adalah
perasaan menyesal atas perbuatan masa lalu
bertawajjuh kepada Allah pada usia yang masih ada
menahan diri dari dosa, dan
beramal sholeh sebagai realisasi tobat
Maka tobat adalah penyucian, pembersihan, penyerahan diri kepada Allah dan kesholehan
الْآَمِرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّاهُونَ عَنِ الْمُنْكَرِ
(Yang Menyuruh Berbuat Makruf dan Mencegah Berbuat Mungkar)
Saat daulah Islam masih berdiri, maka amar ma’ruf nahi munkar dengan mencermati kesalahan dan penyimpangan dari manhaj Allah dan syari’atNya
Saat ini maka AMAR MA’RUF:
Usaha-usaha untuk mengkonsolidasikan, mengkoordinasikan, dan memobilisasi sumber-sumber positif konstruktif dalam Jamaah, umat, bangsa dan kemanusiaan untuk produksi kebajikan bagi kedamaian
NAHI MUNKAR
Bekerja secara sistematik mempersempit, memarjinalisasi dan meminimalisasi ruang gerak kemungkaran dan efeknya, sehingga perannya rendah
وَالْحَافِظُونَ لِحُدُودِ اللَّهِ
(Yang Memelihara Hukum-hukum Allah)
Dalam masa ketiadaan pemerintahan Islam, maka menjaga hukum-hukum Allah diarahkan kepada menjaga syari’at Allah selain hudud (hukum pidana)
Jadi kita arahkan kepada menjaga akidah, ibadah, dan muamalah
Kemudian tetap berupaya secara tarbawi maupun siyasi (politik) untuk mencapai kekuasaan sehingga
Memiliki landasan yang kokoh sebagai masyarakat Islam
Memiliki kemampuan untuk memimpin bangsa
Mampu mengelola penerapan syariatNya secara cerdas dan bijak

تَحْقِيْقُ مَعْنَى الشَّهَادَتَيْنِ Realisasi Makna Syahadatain (2)
Realisasi Syahadatain
Pada materi sebelumnya disampaikan bahwa realisasi syahadatain adalah adanya hubungan yang kuat antara seorang mu’min dan Allah SWT
Hubungan itu meliputi:
Hubungan cinta
Hubungan perniagaan
Hubungan kerja
Dalam materi ini akan dibahas realisasi syahadatain dari sisi pribadi yang mengikrarkan syahadat à kondisi pribadi yang dapat merealisasikan syahadatain
Syahadat adalah Proklamasi (اَلإِقْرَارُ)
Syahadat yang kita ucapkan adalah proklamasi akan jatidiri kita sebagai muslim dan mu’min
Proklamasi ini akan mudah disampaikan di tengah masyarakat yang menghormati aturan-aturan Islam
Tapi di tengah masyarakat yang jauh dari Islam menjadi lebih sulit, karena akan terasa aneh
Di tengah negara non-muslim akan lebih sulit lagi, karena bisa berakibat terbatasinya gerak langkah dalam kehidupannya
Pernyataan: اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ saksikanlah bahwa sesungguhnya kami muslim! (3:64) menjadi tantangan berat bagi yang menyatakannya
Tiga Tuntutan Tauhid
Jika seorang mentauhidkan Allah, maka sudah seharusnya memenuhi tuntutannya
Sasaran hidupnya (قَصْدُ الْحَيَاةِ ) adalah Allah  6:162
Pedoman hidupnya (مِنْهَاجُ الْحَيَاةِ ) adalah Islam 6:153
Teladan hidupnya (اَلْقُدْوَةُ فِي الْحَيَاةِ) adalah Rasulullah SAW 33:21
Apakah diri kita sudah memenuhi tuntutan ini?
Perhatikanlah kisah Abud-Dahdah ketika turun surat Al-hadid ayat 11: “Siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, maka Allah akan melipat-gandakan (balasan) pinjaman itu untuknya, dan dia akan memperoleh pahala yang banyak”
Mengharap Rahmat Allah (رَجَاءُ رَحْمَةِ اللهِ)
Hati yang bersih (sehat) adalah hati yang selalu mengharapkan rahmat Allah SWT (رَجَاءُ رَحْمَةِ اللهِ)
Ia menyadari bahwa dirinya penuh dengan kelemahan dan keterbatasan, sedangkan Allah memiliki segalanya dan rahmatNya sangat luas, maka ia selalu berharap agar mendapatkan rahmat Allah
7:156 وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ  à ayat yang besar peliputan dan keumuman maknanya
Sama dengan doa malaikat penyangga ‘arsy (40:7): رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَحْمَةً وَعِلْمًا
Takut Hukuman Allah (خَوْفُ عِقَابِ اللهِ)
Hati yang bersih adalah hati yang takut kepada hukuman Allah SWT yang sangat pedih (13:21, 17:57, 76:7)
17:57 terkumpul antara raja’ dan khauf: وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ
24:37 kriteria Rijalur Rabbani
لَا تُلْهِيهِمْ تِجَارَةٌ وَلَا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ (tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah)
وَإِقَامِ الصَّلَاةِ (mendirikan sembahyang)
وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ (membayarkan zakat)
يَخَافُونَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيهِ الْقُلُوبُ وَالْأَبْصَارُ (Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi guncang)
25:65-66 ciri Ibadurrahman: berdoa minta dijauhkan dari adzab
Mencintai Allah (مَحَبَّـةُ اللهِ)
Hati yang bersih adalah hati yang mencintai Allah di atas segala-galanya (2:165)
Yang demikian itu karena mereka
Cinta kepada Allah
Ma’rifah kepadaNya
MengagungkanNya
MengesakanNya
Sama sekali tidak menyekutukanNya dengan sesuatu pun, melainkan hanya menyembahNya semata
Bertawakkal kepadaNya
Kembali kepadaNya dalam segala urusan
AKAL YANG CERDAS (عَقْلٌ ذَكِيٌّ)
Seorang mu’min yang telah bertauhid pasti memiliki pikiran yang cerdas
Perhatikanlah perkembangan ilmu pengetahuan sebelum Islam
Ilmu pengetahuan hanya sebatas teori-teori dan filsafat-filsafat tanpa pembuktian ilmiah
Di tangan umat Islam, iptek kemudian berkembang dengan pesat dan para ulama-ilmuwan menjadi pelopor iptek
Kenapa bisa demikian?
Tafakkur Alam Semesta (اَلتَّفَكُّرُ فِي الْكَوْنِ)
Tafakkur alam semesta juga diperintahkan oleh Al-Qur’an
Gabungan antara tadabbur al-Qur’an dan tafakkur alam semesta menciptakan kekuatan yang dahsyat
Umat Islam selama berabad-abad (13 abad) menjadi GURU ALAM SEMESTA (أُسْتَاذِيَّةُ الْعَالَمِ)
Saat itu tidak ada dualisme ilmu: umum dan agama, atau dualisme gelar: ulama dan ilmuwan à keduanya menyatu secara menciptakan harmoni dalam masyarakat Islam
Sekarang?
Ilmuwan berarti bodoh agama atau ulama berarti bodoh iptek, manajemen, dan kejiwaan manusia!

اَلصِّبْغَةُ وَالاِنْقِلاَبُ Pencetakan dan Perubahan

Cinta (اَلْمَحَبَّةُ)
Syahadat adalah komitmen dalam hati untuk loyal (setia) kepada Allah dan RasulNya
Kesetiaan itu tidak akan wujud kecuali dengan adanya CINTA
Semakin besar cintanya semakin kuat kesetiaannya
Allah SWT dan RasulNya pun menuntut orang yang beriman untuk mencintai Allah dan RasulNya lebih dari yang lainnya à lebih dari cintanya kepada
Bapak-bapaknya, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai (9:24)
Diri sendiri: Umar berkata, وَاللَّهِ لَأَنْتَ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ نَفْسِي (demi Allah, engkau benar-benar lebih aku cintai daripada diriku, HR. Bukhari)
Iman (اَلإِيْمَانُ)
Kalau sudah ridho kepada Allah, Islam dan Rasul, maka berarti kita telah menjadi MU’MIN TULEN
Keadaannya bisa timbal-balik: mu’min sejati tentu akan ridho terhadap mereka semua
Iman yang disertai ridho inilah yang akan menghasilkan manisnya iman:
ذَاقَ طَعْمَ الإِيْمَانِ مَنْ رَضِيَ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِالإِسْلاَمِ دِينًا وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولاً
“Telah merasakan lezatnya iman seseorang yang ridha Allah sebagai Rabbnya, Islam sebagai dinnya dan Muhammad sebagai  Rasulnya.” (HR. Muslim)
Perubahan Keyakinan (اَلاِعْتِقَادِيُّ)
Keyakinan pada tauhidullah tanpa syirik
Keyakinan yang kokoh seperti pohon yang baik (14:24)
Keyakinan yang mendalam seperti akar yang menghunjam ke bumi
Keyakinan yang membuat tenang dan tenteram jiwanya
Keyakinan tanpa disertai keraguan dan kebimbangan sedikit pun
Itulah yang membuat
Bilal bertahan dalam siksaan Umayyah
Sumayyah dan Yasir tetap pada keyakinannya sampai gugur di jalan Allah
Suhail ar-Rumi rela meninggalkan harta bendanya yang telah dikumpulkan demi hijrah ke Madinah
Perubahan Keyakinan (اَلاِعْتِقَادِيُّ)
Keyakinan pada tauhidullah tanpa syirik
Keyakinan yang kokoh seperti pohon yang baik (14:24)
Keyakinan yang mendalam seperti akar yang menghunjam ke bumi
Keyakinan yang membuat tenang dan tenteram jiwanya
Keyakinan tanpa disertai keraguan dan kebimbangan sedikit pun
Itulah yang membuat
Bilal bertahan dalam siksaan Umayyah
Sumayyah dan Yasir tetap pada keyakinannya sampai gugur di jalan Allah
Suhail ar-Rumi rela meninggalkan harta bendanya yang telah dikumpulkan demi hijrah ke Madinah
Perubahan Pemikiran (اَلْفِكْرِيُّ)
Pemikiran jahiliyah diluruskan menjadi pemikiran Islam
Pemahaman tentang iman (49:14-15)
Hakikat kebajikan dan ketakwaan (2:177)
Ujian keimanan menuju sorga (29:1-3, 3:142, 2:214)
Hakikat mati syahid (2:154, 3:169)
Asas perubahan: perubahan ruhiyah, bukan materi (13:11)
Kebahagiaan dan kerugian (3:185, 23:1-2, 87:14-15, 39:15)
Pandangan terhadap wanita: wanita bukan setan (30:21)
Gelap dan terang: bukan karena dua tuhan (6:1, 78:10-11, 28:72)
Diterimanya amal (hadits niat dll)
Hakikat kaya, miskin, kekuatan, standar keutamaan, kerusakan standar dalam banyak hadits
Perubahan Perasaan (اَلشُّعُوْرِيُّ)
Perasaannya pun sudah tercelup dengan celupan Islam
Mendukung dan memusuhi
Marah dan ridho
Cinta atau benci
Rindu, kasih sayang, harap dan cemas
Islam menentang perasaan
Fanatisme (ashabiyah)
Dendam
Perasaan marah kepada kemungkaran tanpa berbuat apapun menjadi tolak ukur terakhir keberadaan iman pada diri seseorang à menjadi penghalang dari adzab (11:117)
Perubahan Perilaku (اَلسُّلُوْكِيُّ)
Perilaku = tindak tanduk
Sistem perilaku dalam Islam dilandasi oleh akidah yang bersih
Jauh dari perilaku setan: tukang tipu
Jauh dari perilaku binatang:
Binatang buas: pemarah seperti anjing (7:176)
Binatang ternak yang memperturutkan syahwatnya (7:179, 47:12)
Seorang laki-laki tidak boleh meniru-niru perilaku wanita, dan sebaliknya (HR. Ahmad)
Tidak boleh menyerupai perilaku orang kafir (مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ) HR. Abu Dawud
Pribadi Muslim (اَلشَّخْصِيَّةُ اَلاِسْلاَمِيَّةُ)
Jika sudah terjadi perubahan pada
Keyakinannya menjadi keyakinan tauhid
Pemikirannya
Perasaannya
Perilakunya
Maka berarti telah terbentuk kepribadian Islam (اَلشَّخْصِيَّةُ اَلاِسْلاَمِيَّةُ)
Jadi untuk membentuk pribadi Muslim harus dimulai dari syahadatain
Nilai (اَلْقَيِّمَةُ)
Pribadi Muslim inilah pribadi yang bernilai, bermutu di mata Allah dan RasulNya serta umat Islam semuanya
Pribadi yang berkualitas inilah yang akan membawa Islam pada kejayaannya (24:55)
Menjadi khalifah (penguasa) di muka bumi dengan membawa rahmat bagi semesta alam
Tamkin (kekokohan) dalam agama di atas agama-agama lainnya
Menghadirkan rasa aman sehingga perempuan bisa bepergian tanpa mahram tanpa ada gangguan apapun
Semua manusia beribadah kepada Allah tanpa syirik
Kenyataannya, musuh-musuh Islam juga memiliki tentara-tentara yang berkualitas juga à kalau kita tidak berkualitas, kalah!

Jika sudah terjadi perubahan pada
Keyakinannya menjadi keyakinan tauhid
Pemikirannya
Perasaannya
Perilakunya
Maka berarti telah terbentuk kepribadian Islam (اَلشَّخْصِيَّةُ اَلاِسْلاَمِيَّةُ)
Jadi untuk membentuk pribadi Muslim harus dimulai dari syahadatain

erny twin. Powered by Blogger.

About Me

My photo
BULUNGAN, KAL-TIM, Indonesia

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *